Petugas Sempat Diajak Duel, Laskar Pantura Kawal Penertiban Dump Truk di Ngawen Gresik

PANTURA GRESIK (Realita) - Aliansi Laskar Pantura menepis soal penertiban umum kendaraan Dump Truk di area parkir Ngawen yang diklaim atas tindakan dilakukan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik.

Hal itu disampaikan ketua Laskar Pantura Bersatu, Memed, yang menjelaskan kronologi hingga dilakukan penertiban para sopir kendaraan tersebut.

"Ceritanya selepas dari pihak kami (Laskar Pantura) ke tiga instansi yaitu Dishub, Satlantas, dan Satpol-PP, kami pulang mampir ke TKP Ngawen. Di situ kami mendapat informasi dari petugas bahwa petugas ini dapat intimidasi dari para sopir. Bahkan infonya ada yang sampai mau ngajak duel," kata Memed kepada Realita.co, Minggu (9/11).

Kemudian, masih menurut Memed, sekitar pukul setengah enam sore, klakson kendaraan-kendaraan itu sudah berbunyi nggak karu-karuan dan memaksa untuk keluar. Artinya sopir-sopir ini dan tidak tertib, padahal sudah diatur jamnya. Sehingga tepat pada hari Senin tanggal 3 November, sekitar pukul 4, kami datang ikut mengawal dan alhamdulillah, tidak ada kontra sama sekali dan sekitar pukul 6 para kendaraan-kendaraan itu sudah bisa keluar dan memakan waktu sekitar setengah jam hingga lancar seperti biasanya. Kemudian munculah berita kalau Dishub berhasil menertibkan persoalan tersebut," jelasnya.

Terpisah disampaikan Humas Aliansi Laskar Pantura Bersatu, Sabihin, yang juga menjelaskan bahwa pihak pengusaha angkutan barang galian C dan batu bara bersama Forkompinda pada tanggal 9 September 2025 telah menyepakati aturan bahwa sopir harus memakai penutup terpal dan jam operasional.

"Tapi kesepakatan tersebut jadi benda mati. Karena tiga instansi yakni Dishub, Satlantas dan Satpol PP tidak menegaskan aturan itu. Maka dari itu kami sebagai rakyat yang membela warganya atas nama rakyat Pantura bersatu menagih janji yang telah disepakati bersama," pungkasnya.

Lebih lanjut, Sabihin mengatakan belum melihat tindakan maksimal, sehingga pihaknya meminta kepada ketiga instansi tersebut dan DPRD lebih serius dalam menangani persoalan ini. 

"Kami juga sudah bertemu ketua DPRD Kabupaten Gresik yang juga menyampaikan akan memanggil pihak terkait salah satunya pengusaha urukan, pengusaha tambang dan angkut untuk duduk bersama. Tapi nyatanya sampai saat ini tidak ada realisasi. Bahkan kami tunggu dan jangan sampai masyarakat Pantura gerak menuju Gresik kota untuk menagih janji ke pihak terkait. Karena harapan kami tetap menegakan aturan yang ada," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Husaini, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi Realita.co melalui pesan Whats'app nya terkait hal tersebut, Rabu (12/11/2025).

Reporter : M. Yusuf Al Ghoni

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Natalia Loewe Tetap Setia Alisson Becker

LIVERPOOL (Realita)- Kiper Liverpool, Alisson Becker, memiliki seorang istri rupawan bernama Natalia Loewe. Kecantikan luar dalam membuat Alisson tak ragu …

Pupuk Subsidi di Jombang, Ruwet

JOMBANG - Sektor pertanian Kabupaten Jombang kembali dihantam persoalan klasik yang seolah menjadi siklus tahunan tanpa solusi permanen.  Distribusi pupuk …

Mahasiswa UNESA Bikin Bangga Indonesia

SURABAYA (Realita)  —Atlet dan pelatih Indonesia peraih medali SEA Games 2025, termasuk dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapatkan bonus yang di …