KEDIRI (Realita) – Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat kemampuan personel Satpol PP, Damkar, dan Linmas melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Pelaksana Kegiatan Pemberantasan BKC (Barang Kena Cukai) Ilegal yang digelar di Lotus Garden Hotel, Jumat (21/11).
Langkah ini menjadi bentuk komitmen serius untuk menekan peredaran rokok ilegal sekaligus memperkuat garda terdepan ketertiban di lapangan.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, dalam sambutannya menegaskan bahwa Satpol PP dan jajaran terkait merupakan pilar penting dalam menjaga wajah Kota Kediri. Meski bekerja dengan sarana prasarana terbatas, para petugas tetap dituntut sigap selama 24 jam tanpa mengenal waktu istirahat.
“Satpol PP adalah garda terdepan Pemerintah Kota Kediri, bahkan bisa dikatakan wajah Kota Kediri. Tantangan kalian sangat berat, tidak ada liburnya, tapi saya melihat dedikasi yang luar biasa. Karena itu peningkatan kapasitas SDM menjadi sangat penting,” ujarnya.
Selain pembekalan terkait penindakan rokok ilegal, kegiatan ini juga dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis dan mental seluruh personel dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan. Evaluasi kinerja dan capaian selama ini menjadi dasar penyusunan arah kebijakan pimpinan ke depan.
Kepala Satpol PP Kota Kediri, Paulus Budi Luhur, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan 24 kali operasi pemberantasan rokok ilegal dengan total temuan 2.131 batang di 120 titik sasaran. Meski jumlah temuan semakin menurun, hal itu justru menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat serta efektifnya operasi patroli rutin.
“Peningkatan kapasitas ini kami gabungkan antara pembinaan internal dan program DBHCHT. Sebelumnya kami sudah lakukan edukasi ke para pelaku usaha, sekarang kami memperkuat SDM internal karena merekalah yang berada langsung di lapangan,” jelas Paulus.
Selain penindakan rokok ilegal, Satpol PP juga menangani berbagai isu ketertiban lainnya, mulai dari 45 kegiatan penanganan ODGJ, 77 penertiban gepeng dan pengamen, hingga operasi terhadap penjual miras dan kerumunan massa. Paulus juga menyoroti maraknya kos-kosan jam-jaman yang rawan disalahgunakan, sehingga membutuhkan pengawasan rutin dan pembinaan kepada pemilik usaha.
Sementara itu, Damkar Kota Kediri turut mendapat porsi penguatan karena tugas mereka yang tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai permintaan pertolongan masyarakat yang berkaitan dengan penyelamatan jiwa. Mulai dari evakuasi tawon vespa hingga memotong cincin yang tersangkut di jari.
Dengan peningkatan kapasitas ini, Pemerintah Kota Kediri berharap para personel semakin siap menghadapi berbagai tantangan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Penguatan SDM dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban Kota Kediri secara menyeluruh.oky
Editor : Redaksi