MADIUN (Realita) - Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Sedoro, sebelah barat Kampung Jepang, Kecamatan Taman, Kota Madiun, terpaksa dihentikan sementara. Penghentian ini terjadi karena dana untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum juga cair, sehingga dapur tidak dapat melanjutkan produksi makanan.
Keputusan penghentian sementara ini berdampak langsung pada 3.099 siswa penerima manfaat MBG yang tersebar di 27 sekolah di wilayah Kecamatan Taman. Para orang tua dan pihak sekolah sudah menerima pemberitahuan resmi sebelumnya bahwa layanan MBG tidak dapat diberikan hingga dana operasional disalurkan.
Pihak SPPG menegaskan bahwa kondisi ini bukan penghentian permanen, melainkan jeda operasional akibat tersendatnya aliran dana dari pusat. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan layanan akan kembali berjalan.
Ilham dan Stevanus, dua siswa penerima MBG, mengaku telah dua hari tidak menerima jatah makanan seperti biasanya.
“Hari ini dan kemarin tidak ada MBG. Tidak tahu sampai kapan. Saya bawa bekal dari rumah,”
ujar mereka saat ditemui usai pulang sekolah, Jumat 28 November 2025.
Ketiadaan jatah makan tersebut membuat sebagian siswa terpaksa membawa bekal dari rumah, sementara lainnya perlu menyesuaikan anggaran harian.
Sementara itu, Cahyono, salah satu orang tua murid, menyampaikan bahwa telah mendapat pemberitahuan dari sekolah mengenai penghentian layanan MBG. Namun, ketidakpastian durasi penghentian menjadi kekhawatiran tersendiri.
“Kami sudah dapat pemberitahuan, tapi yang disayangkan belum ada kepastian kapan kembali berjalan," ungkapnya.
Penghentian operasional dapur juga berdampak pada tenaga kerja. Sekitar 50 pegawai SPPG, yang biasanya terlibat dalam proses produksi makanan, terpaksa diliburkan sementara. Hanya petugas keamanan dan kebersihan yang tetap bertugas untuk menjaga fasilitas dapur.
Berdasarkan keterangan sumber internal SPPG, proposal pencairan dana sebenarnya telah diunggah sejak minggu lalu. Namun, hingga hari ini belum ada dana yang masuk ke rekening operasional.
“Upload proposal sudah jauh-jauh hari minggu lalu, tapi sampai sekarang belum ada transfer,” ungkap sumber tersebut.
Ia menduga keterlambatan terjadi akibat pembaruan sistem pencairan di tingkat pusat, sehingga proses verifikasi dan transfer dana menjadi terhambat.
Saat dimintai konfirmasi, baik pihak SPPG maupun perwakilan dari Badan Gizi Nasional di wilayah tersebut belum bersedia memberikan penjelasan terkait penyebab pasti keterlambatan pencairan dana maupun target waktu normalisasi layanan MBG.
Sementara itu, pihak sekolah dan orang tua murid masih berharap agar program makanan bergizi gratis dapat segera kembali berjalan, mengingat manfaatnya yang sangat signifikan bagi para siswa.yat
Editor : Redaksi