LONDON (Realita)- Son Heung-min akan kembali menginjakkan kaki di Tottenham Hotspur Stadium pada 9 Desember mendatang.
Bukan sebagai pemain Spurs, bukan pula untuk membela klub lamanya di panggung Eropa—melainkan untuk mengucapkan perpisahan terakhir kepada ribuan pendukung yang selama satu dekade meneriakkan namanya.
Kepulangan Son terasa seperti menutup lingkaran panjang kariernya di London Utara. Setelah hengkang pada musim panas ke Los Angeles FC, langkah yang sekaligus mengakhiri 10 tahun perjalanan penuh gol, cinta, dan loyalitas, Tottenham memastikan bahwa Son akan hadir sebelum laga Liga Champions melawan Slavia Praha.
Ia dijadwalkan turun ke lapangan untuk memberi salam perpisahan terakhir—momen yang diyakini akan menyentuh seluruh sisi stadion.
Klub menegaskan bahwa detail dan jadwal kehadiran Son akan diumumkan sebelum pertandingan. Namun satu hal sudah pasti: malam itu akan jadi milik Sonny, simbol era terbaik Spurs dalam satu dekade terakhir.
Penampilan terakhirnya untuk Tottenham terjadi pada laga pramusim di Korea Selatan kontra Newcastle United, 3 Agustus lalu. Ketika itu, Son sudah menyiratkan bahwa ia akan kembali ke London untuk berpamitan langsung. Janji itu kini ditepati.
Spurs bahkan menyiapkan penghormatan tambahan berupa mural raksasa di Tottenham High Road. Proyek itu sudah dimulai, sebuah penanda fisik tentang betapa besar warisan Son bagi klub dan kawasan London Utara. Dengan 173 gol, ia duduk nyaman di posisi kelima daftar pencetak gol sepanjang masa Spurs—pencapaian yang menegaskan kualitasnya sebagai ikon klub modern.
Ia juga menjadi kapten tim asuhan Ange Postecoglou saat Spurs menutup dahaga gelar selama 17 tahun, meski di final Liga Europa melawan Manchester United di Bilbao ia turun dari bangku cadangan. Gelar itu tetap menjadi highlight perjalanan kariernya.
Pindah ke MLS tidak mengikis ketajamannya. Di LAFC, Son justru tampil seperti pemain yang kembali hidup: 14 gol dalam 13 laga. Kontras dengan kondisi Spurs yang justru limbung sejak kepergiannya.
Di bawah Thomas Frank, Tottenham belum menang dalam lima pertandingan terakhir dan hanya mengantongi tiga kemenangan kandang sepanjang musim ini.
Kepulangan Son pada 9 Desember nanti mungkin tidak mengubah nasib Spurs di atas lapangan.
Namun bagi para pendukung, malam itu akan memulihkan sesuatu yang lebih penting: kesempatan mengucap terima kasih kepada seorang legenda yang pergi dengan elegan—dan kembali dengan penuh penghormatan.in
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-44897-son-heungmin-mau-ucapkan-salam-terakhir