TAKALAR (Realita)- Kepolisian Resor Takalar mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kantor Pos Takalar dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Takalar, Pattalassang, Jalan Mandjarungi, Minggu (30/11/2025).
Pelaku Suprianto Gassing (43) memakai baju tahanan digiring ke tempat konferensi pers oleh personel reserse mobile (resmob).
Konferensi pers dilaksanakan di halaman depan kantor penyidik Satreskrim Polres Takalar.
Kasatreskrim Polres Takalar AKP Hatta didampingi Kaur Bin Ops Ipda Rusdiono menjelaskan kronologi kejadian.
Pada sekitar pukul 19.30 Wita Jumat malam, Pelaku Suprianto menganiaya korban Suwanto, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pos Takalar, yang saat itu hendak menyimpan uang bantuan langsung tunai (BLT) di brankas kantor.
“Pelaku berinisial S melakukan penganiayaan pertama dengan cara memukul dengan palu, kemudian pelaku mengambil alat lain, yaitu APAR, kemudian memukul dari belakang,” ucap AKP Hatta.
Mendapat hantaman di bagian kepala, Suwanto tersungkur. Ia juga ditikam di bagian paha dua kali.
Suprianto lalu merebut kunci berangkas dan membawa kabur uang ratusan juta rupiah.
“Setelah melakukan pemukulan dari belakang, korban terjatuh, kemudian pelaku mengambil pisau dan menikam bagian paha,” ucap Hatta memakai rompi hitam, di dada terpasang logo Reskrim.
Saat ditangkap, polisi mengamankan uang Rp 433 juta dari tangan Suprianto.
Namun AKP Hatta mengungkapkan kemungkinan masih ada uang yang disembunyikan.
“Perhitungan sementara yang kami peroleh, Rp600 juta uang yang hilang,” ucapnya.tak
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-44916-oknum-pegawai-pt-pos-rampok-uang-blt-rp-600-juta-usai-tikam-atasan