BATU (Realita)- Kepercayaan masyarakat terhadap Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) tidak bisa dipungkiri, mereka lebih senang untuk melaporkan berbagai hal yang dihadapi ditengah masyarakat dibandingkan dengan instansi lain.
Damkar tidak hanya mampu menanggulangi bencana kebakaran dan penyelamatan jiwa manusia tetapi para personilnya dibekali ketamprilan yang tidak dimiliki instansi lain yaitu berupa evakuasi hewan-hewan berbahaya.
Menurut data kejadian yang di miliki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (DPKP) Kota Batu di tahun 2025 adalah sebagai berikut, penangan kebakaran sebanyak 55 kejadian, sedangkan penanganan non kebakaran 695 kejadian. Kata Agung Sedayu. Selasa (13/1/2026)
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu, Agung Sedayu, ST., MT. mengatakan, Damkar berfokus pada penanganan kebakaran kawasan pemukiman seperti gedung dan pihaknya juga siap untuk menanggulangi kebakaran hutan.
" Kami juga memiliki sejumblah Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang di tempatkan di setiap Desa dan Kelurahan di wilayah Kota Batu. Mereka ditugaskan sebagai garda terdepan respon awal seandainya terjadi suatu bencana kebakaran," ujar Agung.
Kepala DPKP Kota Batu, Agung Sedayu menjelaskan walau pun Damkar menjadi rujukan dan antensi masyarakat untuk tempat melaporkan, sehingga mereka lebih mempercayai Damkar yang bisa cepat tanggap atasi suatu masalah, tetapi pinyaknya tidak ingin jumawa.
" Kalau menurut data yang kami miliki untuk laporan kejadian kebakaran di tahun 2025 ada lima diantaranya kebakaran, LPG, toko, gedung dan gubug. Berikutnya kebakaran, kandang, mobil, motor, gudang, kafe dan tiang listrik.
Sedangkan data laporan kejadian non kebakaran dan prnyelamatan di tahun 2025 ada lima terbanyak yaitu, penyemprotan solar/oli/material cairan yang tumpah, evakuwasi ular, tawon, pelepasan cincin, kunci, borgol dan lain lain. Selanjutnya penyemprotan kegiatan sosial, keagamaan dan konser.ton
Editor : Redaksi