LJEMBER (Realita) – Lonjakan aktivitas digital selama Ramadan dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan, terutama melalui panggilan WhatsApp.
Melihat tren tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meluncurkan dan memperluas fitur SatSpam guna melindungi pelanggan dari ancaman spam dan scam yang kian marak.
Head of Marketing Java IOH, Adiyanto Adhi Kusumo, mengungkapkan peningkatan penggunaan data selama Ramadan terjadi cukup signifikan.
Ia menyebut, kenaikan trafik ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat, termasuk saat momen Lebaran.
“Saat Ramadan penggunaan data naik kurang lebih 21 persen dan puncaknya saat Lebaran bisa sampai 34 persen,” ujar Adiyanto, Selasa (24/02/2026).
Menurutnya, meningkatnya durasi aktivitas online membuka peluang lebih besar bagi pelaku kejahatan siber untuk menjalankan aksinya.
Terlebih pada periode pembagian THR dan bonus, di mana masyarakat cenderung lebih aktif bertransaksi secara digital.
Adiyanto menyebutkan bahwa tren spam dan scam juga mengalami lonjakan seiring tingginya penggunaan internet. Modus penipuan berkembang, dari sebelumnya melalui SMS dan telepon biasa, kini beralih ke panggilan aplikasi pesan instan.
“Kami melihat spam dan scam meningkat hingga 34 persen. Potensinya makin besar ketika aktivitas digital makin panjang saat Ramadan,” tegasnya.
Ia juga membeberkan bahwa kerugian akibat penipuan digital di Jawa Timur tidak bisa dianggap remeh. Berdasarkan laporan yang masuk, nominal kerugian korban bervariasi, bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah dalam satu kasus.
Secara akumulatif, kerugian masyarakat disebut mendekati angka ratusan juta rupiah. Kondisi ini menjadi perhatian serius IOH untuk menghadirkan perlindungan tambahan bagi pelanggan.
“Laporan tertentu sekitar Rp60 juta, dan total kerugian masyarakat bisa mendekati Rp700 juta,” ungkapnya.
Adiyanto menjelaskan, salah satu modus yang kini marak adalah panggilan WhatsApp yang mengatasnamakan pihak tertentu dan meminta kode OTP kepada korban. Jika korban lengah dan memberikan kode tersebut, pelaku bisa dengan mudah mengakses akun hingga menguras rekening atau pulsa.
Melalui fitur SatSpam, pelanggan akan menerima notifikasi berwarna merah ketika ada panggilan WhatsApp yang terindikasi sebagai spam atau penipuan. Peringatan ini diharapkan menjadi langkah preventif agar pelanggan tidak sembarangan mengangkat telepon dari nomor tak dikenal.
“Kalau muncul tanda merah, sebaiknya tidak usah diangkat. Itu peringatan bahwa nomor tersebut berpotensi melakukan penipuan,” jelasnya.
Fitur SatSpam dapat diaktifkan melalui aplikasi MyIM3 dan secara otomatis tersedia bagi pelanggan yang telah memiliki paket data aktif. Proses aktivasi disebut cukup sederhana dan dapat dilakukan langsung dari aplikasi.
Selain menghadirkan perlindungan digital, IOH juga meluncurkan paket Ramadan senilai Rp150 ribu dengan kuota 150 GB, termasuk akses tayangan Liga Inggris di platform Vidio. Paket ini ditawarkan sebagai solusi kebutuhan komunikasi dan hiburan selama Ramadan.
“Penipu itu pintar berbicara. Jangan pernah membagikan kode rahasia apa pun. Dengan SatSpam, kami ingin masyarakat lebih aman selama Ramadan,” pungkas Adiyanto.rdy
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-47043-fitur-satspam-upaya-indosat-lawan-maraknya-penipuan-lewat-whatsapp