PONOROGO (Realita)- Petasan rakitan kembali menelan korban di Kabupaten Ponorogo. Kali ini dua remaja jadi korban saat merakit petasan di rumah Minten warga Dusun Cuet Desa Plosojenar Kecamatan Kauman. Kerasnya ledakan hingga membuat rumah dan atapnya hancur, Minggu (01/03/2026).
Kejadian ini berawal ketika Refai Kurna Putra (14) siswa SMP IX warga Dusun Cuet Desa Plosojenar dan Toni (17) SMA XII warga Desa Morosari Kecamatan Sukorejo sekitar pukul 16.30 sore tengah merakit petasan rakitan di depan rumah. Tanpa sengaja petasan yang tengah dirakit meledak dan membuat keduanya terkapar dan bersimbah darah. Reva meninggal di lokasi dengan luka parah di sekujur tubuh, sementara Toni mengalami luka bakar parah dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Bantarangin.
“ Saya mendengar ledakan langsung ke sini, saya mencari korban. dua-dua nya masih hidup saat saya kesini. Cuman yang namanya Reva, itu akhirnya meninggal karena tidak ada pertolongan, yang satu masih hidup yang namanya Toni itu rumahnya Desa Morosari Kecamatan Sukorejo, saya naikan sepeda motor saya dan saya bawa ke RSUD bantarangin,” ujar saksi mata kejadian ini Siswanto.
Siswanto mengungkapkan, ledakan terdengar satu kali namun cukup keras. Bahkan hingga terdengar dari rumahnya di Desa Carat Kecamatan Kauman yang berjarak 500 meter dari lokasi ledakan.
“ Kemungkinan merakit petasan untuk balon udara,rencanya mau di terbangkan, satu kali ledakan tapi luar biasa kerasnya, dari rumah saya terdengar jaraknya setengah kilo,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas Polres Ponorogo masih melakukan olah TKP ledakan. Kejadian ini pun mengundang ribuan masyarakat untuk melihat lokasi ledakan. Petugas pun kesulitan dalam melakukan olah TKP karena banyaknya masyarakat yang ingin melihat langsung dari dekat. znl
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-47181-petasan-rakitan-meledak-di-ponorogo-dua-bocah-jadi-korban-1-tewas