Terungkap sudah kasus yang membuat Aipda Vicky Aristo Katiandagho dimutasi. Ternyata berkaitan dengan pemerintah. Perintah mutasi tersebut ditentang, Vicky memilih untuk mengundurkan diri sebagai polisi.
Aipda Vicky Katiandagho bertugas menjadi Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Sat Reskrim Polres Mihanasa. Bidang tugasnya meliputi perkara tindak pidana korupsi. Sebelum dimutasi, Vicky sedang menangani perkara korupsi yang diduga melibatkan seorang pejabat di Minahasa.
"Perkara yang mengundang atensi publik yaitu korupsi yang terjadi di Kabupaten Minahasa yang melibatkan orang-orang penting," katanya.
Ia menjelaskan menemukan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tas ramah lingkungan. Vicky memulai penyelidikan sejak tahun 2021. Status kasus tersebut naik menjadi penyidikan pada 5 September 2021.
"Itu adalah program Bupati Minahasa tahun 2020," katanya.
Dalam penyelidikan Vicky menemukan dugaan pidana.
"Kemudian karena kami menemukan peristiwa pidana, status penyelidikan peristiwa pidana ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan perkara tindak pidana korupsi pada tanggal 5 September 2024 di mana sebelumnya kami melalui gelar perkara di Direktorat Reskrimsus Polda Sulut," katanya.
Selama proses penyidikan Vicky juga sudah memeriksa sejumlah saksi. Ia bahkan tentu sudah mengumpulkan dokumen sebagai alat bukti.
"Namun saat penyidikan masih berjalan tiba-tiba tanpa saya ketahui apa sebabnya saya dimutasi ke Polres Kepalauan Talaud," katanya.
Sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengundurkan diri. Namun Vicky tidak menjelaskan alasannya mengundurkan diri.
"Itu salah satu alasannya. Saya sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, tapi baru sekarang ACC," katanya.
Setelah lepas dari institusi Polri, Vicky Katiandagho memilih untuk jualan kopi.
"Saya masih menikmati jualan kopi," katanya.
Walau begitu ia menegaskan bahwa kecintaannya terhadap Polri masih sangat tinggi.
"Sekali Bhayangkara selamanya Bhayangkara," katanya.
Akhir bulan Maret 2026 lalu Vicky sempat memposting video ketika berjalan keluar dari gedung Polda Sulut. Ia tampak hormat lalu sujud di depan gedung.
"Kapanpun baju coklat ini bisa tanggal.. tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA. I Quit," tulisnya di media sosial.
sumber: tribun bogor
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-47928-mundur-dari-polri-vicky-aristo-jual-kopi