KEDIRI (Realita) - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pondok Pesantren Ponpes Lirboyo kembali menggelar layanan sosial berupa jasa asah pisau kurban gratis bagi masyarakat.
Program yang rutin digelar setiap tahun ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Bahkan, jumlah pisau yang masuk untuk diasah mencapai ribuan bilah dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Koordinator Asah Pisau Ponpes Lirboyo, KH Badrul Huda Zainal Abidin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat agar proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam sekaligus memperhatikan kesejahteraan hewan.
“Tujuannya agar pisau para penyembelih ini benar-benar tajam. Sebab, jika pisaunya tajam, maka akan mengurangi rasa sakit pada hewan kurban saat disembelih,” ujar pria yang akrab disapa Gus Bidin itu.
Ia menjelaskan, para peserta tidak hanya berasal dari wilayah Kediri. Banyak wali santri dari luar kota hingga luar pulau yang menitipkan pisau melalui anak-anak mereka yang sedang mondok di Lirboyo.
“Pesertanya dari hampir seluruh Indonesia. Biasanya orang tua santri menitipkan pisau ke anaknya yang sedang mondok di sini,” jelasnya.
Tak hanya untuk kalangan internal pesantren, layanan tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum. Warga terlihat datang langsung membawa pisau sembelih untuk diasah agar siap digunakan saat Idul Adha nanti.
Untuk menjaga kualitas ketajaman dan keamanan, pihak pesantren menggandeng tenaga profesional dari komunitas Juru Sembelih Halal (Juleha). Dalam pelaksanaannya, proses pengasahan juga melibatkan para santri.
Selain membuka jasa asah pisau gratis, Ponpes Lirboyo juga mengadakan pelatihan penyembelihan hewan kurban guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tata cara penyembelihan yang halal dan sesuai syariat.nia
Editor : Redaksi