LAMPUNG (Realita)- Prosesi meletakkan kaki di atas kepala kerbau (dikenal juga dengan istilah Mesol Kibau) dalam adat Lampung Pepadun merupakan bagian dari ritual sakral Begawi Cakak Pepadun, yang melambangkan pembersihan diri, pengukuhan status sosial (kenaikan takhta), serta tanggung jawab kepemimpinan.
Budayawan Lampung menekankan bahwa istilah yang lebih tepat bukanlah "menginjak" yang berkonotasi negatif, melainkan meletakkan ibu jari kaki secara khidmat di atas kepala hewan kurban sebagai bagian dari prosesi adat yang terhormat.
Berikut adalah rincian makna filosofis dari ritual tersebut berdasarkan pakem adat:
1. Simbol Pembersihan Diri dan Buang Sial.
Menyucikan Jiwa: Kerbau dipandang sebagai hewan kurban yang mulia.
Membuang Sifat Buruk: Menyentuhkan kaki ke kepala kerbau melambangkan komitmen untuk membuang segala sifat buruk, egoisme, dan kesialan sebelum menyandang gelar baru.
2. Pengukuhan Status Sosial dan Amanah Pemimpin.
Kenaikan Takhta: Ritual ini menjadi bagian mutlak saat seseorang naik takhta adat menjadi seorang Penyimbang (pemimpin adat tertinggi).
Tanggung Jawab: Menandakan bahwa gelar kehormatan yang diterima membawa amanah besar untuk mengayomi, melindungi, dan menjadi panutan di tengah masyarakat adat Lampung Pepadun.
3. Pengingat Kerendahan Hati.
Tetap Membumi: Walaupun status sosialnya meningkat, ritual ini mengingatkan sang pemimpin untuk selalu membumi, tulus melayani, dan selalu berpijak pada kebenaran demi kesejahteraan rakyatnya.
4. Bukti Kelayakan dan Rasa Syukur.
Keabsahan Adat: Menurut budayawan Lampung, ritual ini membuktikan secara nyata bahwa prosesi adat tersebut benar-benar memotong hewan kurban (kerbau) sebagai syarat kelayakan menyelenggarakan Gawi.
Ungkapan Syukur: Menyembelih kerbau bernilai ekonomi tinggi merupakan wujud rasa syukur, kemurahan hati, serta semangat kebersamaan (nengah nyappur) antar-marga dan komunitas adat Lampung.pod
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-49345-jokowi-letakkan-kakinya-di-atas-kaki-kerbau-ini-maknanya