Mahasiswa PKM Bahari Kelompok 36 FPIK UB

Sukses Petakan Potensi Agrokompleks Desa Kebonagung untuk Dorong Kemandirian Ekonomi 

MAHASISWA Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dari kelompok 36 PKM Bahari melakukan pengabdian masyarakat di Desa Kebonagung sejak 13 Juli hingga 16 Agustus 2026. Desa Kebonagung memiliki enam dusun yang mencakup Dusun Krajan Timur, Dusun Krajan Barat, Dusun Sonosari, Dusun Sememek, Dusun Karangsono, dan Dusun Sonotengah.

Lima dusun di antaranya menyimpan potensi agro pada sektor perikanan, peternakan, pertanian, dan perkebunan. Delapan belas anggota kelompok 36 melakukan observasi dan wawancara ke semua dusun serta kepada para pelaku usaha agrokompleks selama dua hari pada 23–24 Juli 2026 dengan membagi diri menjadi enam tim. Kelompok 36 kemudian membuat peta beserta papan potensi agrokompleks sejak 25 hingga 26 Juli 2026 untuk menampilkan hasilnya di Desa Kebonagung.   

Kelompok 36 PKM Bahari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB)  melakukan penyerahan pemetaan potensi agrokompleks kepada Bapak Teguh Santoso selaku Kepala Desa Kebonagung periode saat ini.

Peta potensi perekonomian Desa Kebonagung untuk masyarakat dapat dengan mudah mengetahui titik-titik potensi utama desa, sehingga mengoptimalkan perencanaan pembangunan berbasis agrokompleks secara berkelanjutan dan memajukan perekonomian daerah secara inklusif. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kebonagung, Kabupaten Malang, Senin (27/07/2026).  

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang telah dirancang oleh PKM Bahari kelompok 36 dalam mewujudkan pengabdian akademisi perguruan tinggi dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Kebonagung.  

Muhammad Keita Wicaksono selaku koordinator Desa PKM Bahari Kelompok 36 menjelaskan tujuan program kerja ini untuk melakukan pengoptimalisasian potensi Desa Kebonagung dalam sektor pertanian, perikanan, peternakan serta menjadi salah satu langkah media promosi visual untuk menarik kemitraan baik dari dalam atau luar Desa Kebonagung.  

"Tujuan utama program kerja kami adalah mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki Desa Kebonagung dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Kami merancang peta ini sekaligus sebagai sarana promosi visual. Harapan kami, peta ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra dari dalam maupun luar desa," ungkapnya. 

Observasi dan Wawancara Pelaku Usaha 

Observasi potensi agro pertama dilakukan di Dusun Krajan Barat tanpa menemukan pelaku usaha agrokompleks. Observasi selanjutnya dilakukan di Dusun Krajan Timur dengan menemukan lima pelaku usaha agrokompleks pada sektor pertanian bawang merah, budidaya ikan mujair, peternakan entok, serta peternakan kambing.

Observasi lalu dilanjutkan ke Dusun Sonosari dengan menemukan satu pelaku usaha yang mengelola pertanian bawang merah, peternakan sapi, sekaligus budidaya ikan nila. Observasi kemudian dilaksanakan di Dusun Sonotengah dengan menemukan dua pelaku usaha pada bidang pertanian jamur serta budidaya ikan lele. Observasi diteruskan ke Dusun Sememek dengan menemukan Kelompok Wanita Tani yang mengelola sektor buah-buahan, sayur-sayuran, dan peternakan.

Observasi akhirnya diselesaikan di Dusun Karangsono dengan menemukan satu pembudidaya ikan lele serta satu pembudidaya ikan nila. 

Pembuatan Peta Potensi 

Pembuatan papan dilakukan setelah mendapatkan semua data pelaku usaha agrokompleks dan telah dicantumkan dalam peta. Papan dikerjakan dan dikreasikan oleh mahasiswa PKM Bahari kelompok 36  dengan menggunakan alat dan bahan yang minimalis. Papan peta potensi akan diserahkan kepada Kepala Desa dan ditempatkan di  Balai Desa Kebonagung agar masyarakat Desa Kebonagung dapat lebih mengetahui terkait potensi agrokompleks yang ada di wilayahnya.

Usaha agrokompleks yang dimiliki oleh masyarakat Desa Kebonagung tidak lagi promosi yang hanya mengandalkan dari mulut ke mulut, tetapi semua orang dapat akses website yang berisikan informasi potens agrokompleks di 
Desa Kebonagung. 

Penyerahan Peta Potensi kepada Kepala Desa 

Penyerahan Peta Potensi Perekonomian Desa Kebonagung kepada Kepala Desa menyajikan gambaran secara luas dan lengkap mengenai persebaran sektor unggulan di wilayah tersebut.

Melalui peta ini, diharapkan bagi pembaca dan masyarakat dapat dengan mudah mengetahui titik-titik potensi utama desa,sehingga diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran usaha lokal, mengoptimalkan perencanaan pembangunan berbasis agrokompleks secara berkelanjutan dan memajukan perekonomian daerah secara inklusif.

Penyerahan peta secara simbolis kepada Bapak Teguh Santosa selaku Kepala Desa Kebonagung dilakukan pada Senin, 27 Juli 2026. Peta tersebut berisikan titik koordinat dari agrokompleks dan terdapat website yang menunjukkan informasi lebih detail dari setiap potensi agro yang terdata. Bapak Teguh Santosa sangat mendukung program dari PKM Bahari kelompok 36 karena membantu masyarakat yang memiliki usaha dalam sektor agrokompleks dapat lebih dikenal secara luas, masyarakat yang ke balai desa dapat melihat langsung papan potensi agrokompleks di Desa Kebonagung.

Momentum diatas menjadi prosesi yang penting karena dibutuhkan tanda tangan Bapak Teguh Santosa selaku Kepala Desa Kebonagung diatas papan potensi perekonomian Kebonagung.

Penandatanganan diatas menjadi salah satu simbol diresmikan nya penerimaan karya peta potensial perekonomian Desa Kebonagung dari segi Agrokultural yang telah dirancang oleh mahasiswa PKM Bahari kelompok 36 dalam rangka modernisasi informasi di Desa Kebonagung. 

Langkah strategis mahasiswa PKM Bahari Kelompok 36 ini tidak lepas dari bimbingan dan dorongan akademis untuk menghadirkan solusi nyata berdampak bagi masyarakat. Dr. Qurrota A’yunin, S.Pi, MP., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Lapang, menyampaikan bahwa hasil pemetaan ini dapat menjadi pijakan utama dalam pembangunan desa.

"Pemetaan potensi agrokompleks ini merupakan bentuk nyata penerapan keilmuan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Kami berharap karya yang telah diserahkan ini tidak hanya menjadi simbolik pengabdian, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan warga untuk mengoptimalkan sektor perikanan, pertanian, maupun peternakan secara berkelanjutan," ungkapnya. 

Pelaksanaan program pemetaan potensi agrokompleks dan integrasi informasi berbasis digital ini menjadi wujud nyata komitmen tim PKM Bahari Kelompok 36 FPIK UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa secara komprehensif.

Peta potensi serta promosi digital yang dihadirkan berkontribusi langsung pada SDGs Desa Nomor 8 (Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) melalui perluasan jaringan promosi dan kemitraan bagi para pelaku usaha lokal. Selain itu, kemudahan akses informasi ini memperkuat pilar ketahanan pangan desa yang berdampak pada pencapaian SDGs Desa Nomor 3 (Desa Sehat dan Sejahtera) dengan terjaminnya ketersediaan serta kualitas pangan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan bagi masyarakat Kebonagung. Edukasi serta pendampingan langsung yang dilakukan mahasiswa selama proses pemetaan turut mendorong SDGs Desa Nomor 4 (Pendidikan Desa Berkualitas) dengan memberikan transfer pengetahuan berbasis teknologi digital kepada warga lokal. Penataan titik potensi desa yang terstruktur ini juga mewujudkan SDGs Desa Nomor 11 (Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman) melalui tata kelola wilayah yang lebih terencana dan berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan ini pada akhirnya mengukuhkan SDGs Desa Nomor 17 (Kemitraan untuk Pembangunan Desa) sebagai fondasi utama yang menghubungkan akademisi, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memajukan perekonomian Desa Kebonagung secara mandiri dan inklusif. 

Secara keseluruhan, pelaksanaan program penyerahan Peta Potensi Agrokompleks Desa Kebonagung oleh tim mahasiswa PKM Bahari Kelompok 36 FPIK UB menjadi langkah strategis dalam memajukan tata kelola data serta perekonomian masyarakat lokal.

Kehadiran peta fisik di Balai Desa yang terintegrasi dengan akses informasi digital ini tidak hanya mempermudah pemetaan sektor perikanan, peternakan, dan pertanian di enam dusun, tetapi juga secara nyata mendukung ketercapaian SDGs Desa. Diharapkan, hasil pemetaan ini mampu menjadi pijakan utama bagi Pemerintah Desa Kebonagung dalam merencanakan pembangunan yang berkelanjutan, memperluas jangkauan promosi UMKM, serta membuka peluang kemitraan inklusif demi mewujudkan kemandirian ekonomi desa di masa mendatang.

Atas terselenggaranya kegiatan ini, tim PKM Bahari Kelompok 36 menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada FPIK UB, jajaran perangkat desa, serta seluruh elemen masyarakat Desa Kebonagung yang telah mendukung penuh dari tahap persiapan hingga penyerahan program. 

 

 

 
 

Editor : Redaksi

Advertorial
Berita Terbaru