Cegah Penyebaran Avian Influenza, Pengawasan Kompos Kotoran Ayam Diperketat

GRESIK (Realita) – Balai Karantina Jawa Timur memperketat pengawasan terhadap pengiriman pupuk kompos berbahan dasar kotoran ayam yang akan dikirim ke Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan hewan dan ketentuan perkarantinaan.

Dalam pelaksanaan tindakan karantina, petugas melakukan pemeriksaan dokumen, sanitasi, dan kesesuaian media pembawa. Selain itu, dilakukan pengujian laboratorium menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi keberadaan virus Avian Influenza (AI) atau flu burung.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Karantina Jawa Timur, Hudiansyah Is Nursal, menegaskan bahwa pengawasan dan pemeriksaan terhadap setiap komoditas yang dilalulintaskan merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit hewan antarwilayah.

“Kami memastikan tindakan karantina dilaksanakan sesuai ketentuan guna melindungi kesehatan hewan dan menjaga keberlangsungan sektor peternakan,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Hudiansyah menjelaskan, kotoran ayam yang tidak diolah atau ditangani secara tepat berpotensi menjadi media pembawa agen penyakit, termasuk virus Avian Influenza. Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengujian dilakukan untuk memastikan komoditas tersebut memenuhi persyaratan karantina serta meminimalkan risiko penyebaran penyakit hewan.

“Wabah Avian Influenza dapat menyebabkan kematian unggas dalam jumlah besar, menurunkan produktivitas peternakan, menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak, serta mengganggu perdagangan dan distribusi produk unggas,” jelas Hudiansyah.

Menurutnya, pencegahan penyebaran penyakit melalui lalu lintas komoditas berisiko menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan hewan dan keberlangsungan usaha peternakan. Pengawasan yang ketat diperlukan agar perpindahan komoditas antarwilayah tidak menjadi jalur penyebaran hama dan penyakit hewan.

“Melalui rangkaian tindakan karantina tersebut, kami berupaya mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina melalui lalu lintas antarwilayah,” ungkap Hudiansyah.

Pengawasan yang dilakukan secara cermat diharapkan dapat meminimalkan risiko penyebaran penyakit dari daerah asal ke daerah tujuan. Selain berdampak pada kesehatan dan produktivitas unggas, Avian Influenza juga perlu diwaspadai karena virus tertentu dapat menular dari hewan ke manusia.gan

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru