Jumat, 30 Sep 2022 WIB

Berjuang Melawan Kanker Payudara Stadium 4, Nur Halimah Butuh Kepedulian Pemerintah

Rabu, 27 Okt 2021 11:55 WIB
Berjuang Melawan Kanker Payudara Stadium 4, Nur Halimah Butuh Kepedulian Pemerintah

Nur Halimah saat menjalani fisioterapi beberapa waktu lalu.

JEMBER (Realita)- Kanker payudara stadium akhir atau stadium 4 umumnya sulit disembuhkan. Pasalnya, kanker payudara telah menyebar dari payudara ke bagian tubuh lainnya. Beberapa bagian tubuh yang rentan diserang kanker payudara di antaranya kelenjar getah bening, tulang, hati, paru-paru dan otak.

Nur Halimah, salah satu warga dusun kebon RT 003 RW 012 Desa Tutul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, beserta suami juga anak anaknya hanya tinggal di sebuah outlet kecil ukuran 4 x 6 milik pemerintah yang sekaligus warung kopi  tempat usahanya mencari nafkah.

Namun sejak bulan April lalu Nur Halimah sudah tidak bisa untuk melakukan aktifitasnya berjualan. Pasalnya, ia tiba merasakan sakit luar biasa, pusing dan badannya lemah. Belakangan diketahui, Nur tenyata menderita Kanker Payudara Stadium 4.

Upaya pengobatan pun juga sudah dilakukannya. Mulai dari pengobatan alternatif di daerah Probolinggo juga Jember, namun semua itu belum membuahkan hasil.

Hingga ia sempat juga mondok di salah satu tempat rumah alternatif punya Pak Wi di daerah Panti Jember selama 14 hari. Namun bukannya sembuh yang didapat malah keadaannya semakin lemah dan memburuk sehingga mengakibatkan Nur Halimah tidak bisa bangun sendiri, duduk, berdiri juga berjalan.

Banyaknya larangan tidak boleh makan ini dan itu membuat tubuhnya drop juga akibat kurangnya  konsumsi gizi.

Nur Halimah saat dirawat di rumah sakit.Nur Halimah saat dirawat di rumah sakit.

Atas dasar pertimbangan pihak keluarga juga pemilik pondok, akhirnya diputuskan, Halimahb dibawa ke klinik guna mendapatkan penanganan secara medis.

Setelah berkonsultasi dengan pihak puskesmas Karangduren melalui dr Arif, sejak akhir Juli 2021, setelah mendapatkan surat rujukan  Nur Halimah langsung dibawa ke  IGD RS TK III Baladhika Husada Jember guna mendapatkan penanganan serta perawatan secara intensif dan menjalani opname kurang lebih hingga tiga kali. Dan ternyata,  kondisinya memburuk sehingga  awal September  2021, Nur dirujuk dan dibawa dengan menggunakan ambulan milik RS TK III Baladhika Husada ke RS dr Soebandi.

Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, termasuk rapid test, Nur pun langsung menjalani rawat inap selama 12 hari.Dalam keadaan yang memprihatikan juga kritis saat itu, suami selalu menjaga dan mendampinginya. Dukungan pihak keluarga, perawat juga dokter pun juga telah dilakukan. Doa tiada henti selalu dilanjatkan serta meminta keajaiban dari Allah SWT agar Nur Halimah mampu melewati masa kritisnya.

Tidak banyak yang bisa di lakukan oleh pihak keluarga karena keterbatasan keadaan serta tidak memilik banyak finansial.

Upaya terbaik oleh pihak RS dr Soebandi juga keluarga telah dilakukannya,hingga Nur Halimah akhirnya mampu melewati masa kritisnya juga sadar.

Semangatnya begitu besar berjuang melawan penyakit yang di deritanya dan setelah di nyatakan membaik Nur pun diijinkan pulang ke rumah untuk berkumpul bersama anak anak juga keluarganya,serta dianjurkan untuk menjalani  kemoterapi di RS TK III BALADHIKA HUSADA Jember kembali.

Setelah Nur  beberapa saat di rumah, kemoterapi juga dijalani pada tanggal 19 Oktober 2021, perkembangannya juga membaik.

Namun hingga saat ini Nur masih belum bisa untuk duduk, berdiri apalagi berjalan akibat penyakit kanker payudara stadium 4 yang terus menggerogoti tubuhnya.Fisik tubuhnya pun mulai mengecil hingga terlihat sangat kurus.Akan tetapi perjuangan itu tetap harus di lakukan oleh keluarga juga Nur sendiri demi kesembuhannya.

Walaupun segala aktifitas Nur Halimah saat ini hanya bisa ia lakukan di tempat tidur, tentunya keperluannya serta biaya pengobatan juga yang lainnya harus tetap diupayakan.Mulai dari pampers, perban, kassa steril juga plaster semua itu sangat penting untuk merawat Nur yang harus disiapkan. Contohnya, perban penutup luka payudara pasca operasi biopsi juga harus diganti setiap hari agar tidak infeksi.

Tapi apa hendak dikata, keterbatasan finansial lah yang menjadi kendalanya, apalagi sakit yang Nur derita sudah berjalan 7 bulan. Perjuangannya pun tentunya masih panjang hingga Nur betul betul bisa sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala.

Dari beberapa rekan juga menyarankan agar secepatnya Nur bisa di bawa ke rumah sehat di Malang yang di tangani langsung oleh dr Saraswati khusus payudara, mengingat keadaan panderita kanker payudara stadium 4 tersebut semakin kurus juga lemah.Tapi keterbatasan finansial lah yang menjadi kendalanya,selain sudah tidak memilik biaya, usaha warungnya pun isinya sudah habis bahkan nyaris bangkrut untuk biaya pengobatan Nur.

Sementara itu rumah sehat  tersebut ada di kota Malang tepatnya di belakang  UNM (Universitas Negeri Malang). Di lokasi ini, selain jauh keluarga, Nur juga tidak lagi mempunyai dana untuk membiayai pengobatannya, padahal ini semua demi kesembuhan dirinya.

Harapan juga doa memohon untuk kesembuhan selalu di panjatkan kehadirat Allah SWT, semoga Nur Halimah bisa segera sembuh.

Keterangan dari dokter terkait penyakit yang diderita Nur.Keterangan dari dokter terkait penyakit yang diderita Nur.

Padahal pemberitaan juga YouTube penderita kanker payudara tersebut sudah viral.Akan tetapi dari pihak terkait baik yaitu Dinkes juga Dinsos Kabupaten Jember belum  merespon sama sekali.mulyadi