Buntut Kasus Jembatan "Krowak", Bupati Ponorogo Warning DPU dan ULP

realita.co
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

PONOROGO (Realita)- Kasus proyek Jembatan Kancil di Desa Bedoho Kecamatan Sokoo, yang balok diafragmanya tak dicor sempurna alias krowak, membuat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko berang. 

Bahkan orang nomor satu di Bumi Reyog itu memperingatkan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU-PKP) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Ponorogo untuk selektif terhadap tahapan lelang proyek fisik. 

Baca juga: Hakim Heran, Perbup 114/2021 Ponorogo Disebut Disusun Berdasarkan Pemahaman Penyusunnya

Hal ini diungkapkan Kang Giri sapaan akrab Sugiri Sancoko usai memberangkatkan jamaah haji Ponorogo, di Pendopo kabupaten, Senin (06/06/2022). 

Kang Giri mengatakan, kasus yang terjadi di Jembatan Kancil hendaknya menjadi pembelajaran ULP dan DPU dalam menentukan pemenang lelang. 

" Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus seperti itu. Menang itukan tidak harus yang paling murah. Buat apa murah kalau akhirnya menjadi masalah," tegasnya. 

Baca juga: Mantan Istri Bongkar Rumah Tangga Yunus Mahatma di Sidang Korupsi: Ada Orang Ketiga hingga Harta Rp14,5 Miliar

Giri mencontohkan, sejumlah kasus pekerjaan proyek yang diduga asal-asalan hingga berujung maut. Hal ini diminta tidak terulang kembali, terlebih anggaran pembangunan menggunakan uang daerah. 

" Contohnya, kayak di Bedoho (jembatan Kancil.red), jembatan Mijil juga membawa korban. Maksud saya kualifikasi dan lain sebagainya termasuk drajat dan kualitas kontraktor ini juga dihitung lah. Mudah-mudahan kedepan bisa memilih yang baik dan murah penting tapi jauh lebih penting bisa menyelesaikan pekerjaan dan awet dan kualitasnya bagus," desaknya.

Baca juga: Catut Nama Ipong di Sidang Korupsi Ponorogo, Eko Agus Minta Maaf dan Akui Khilaf

Diketahui sebelumnya, proyek pelebaran jembagan Kancil Desa Bedoho diduga asal-asalan. Ini lantaran balok diagframa proyek jembatan senilai Rp 499 juta,  yang dikerjakan oleh CV Cakra Tiga Permata Ponorogo pada  tahun 2021 itu tidak ter cor sempurna. 

Bahkan besi rangka balok tampak terlihat, pun dengan balok alas jembatan pun tampak terlihat dan tak tertutup sempurna. Usai viral rekanan proyek pun membenahi pekerjaanya dengan cara di tambal sulam. Hal ini pun mengundang perhatian Komisi C DPRD Ponorogo yang melakukan sidak lokasi pekerjaan tersebut. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru