Atasi Dampak Bencana Hidrometeorologi, Bupati Ponorogo Siapkan Rp 10 M dari BTT

realita.co
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat mengunjungi 260 pengungsi Talun.

PONOROGO (Realita)- Dampak bencana Hodrometeorologi berupa banjir, longsor, dan tanah gerak di sejumlah wilayah di Ponorogo saat ini. Membuat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko merogoh dompet Belanja Tak Terduga (BTT) pada pos APBD 2022 untuk penangan bencana. 

Tak tanggung-tanggung, Rp 10 miliar pos BTT akan digelontorkan untuk menangani dampak becana longsor Gunung Banyon di Desa Talun Kecamatan Ngebel, dan tanah gerak di Desa Sriti Kecamatan Sawoo yang membuat ratusan jiwa warga setempat mengungsi.

Baca juga: Pererat Hubungan Historis, Keraton Surakarta dan Pemkab Ponorogo Jajaki Kerja Sama Pariwisata

Hal ini diungkapkan Bupati Giri saat ditemui beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, anggaran BTT tahun 2022 Ponorogo saat ini masih cukup untuk menangani dampak bencana Hidrometeorologi yang terjadi saat ini. Terlebih, dengan tidak disetujuinya dana Rp 5 miliar dalam P-APBD 2022 untuk cadangan Pilkada 2024, oleh Gubernur Jatim maka dana itu kini telah masuk dalam pos BTT. Sehingga dari Rp 5 miliar BTT kini menjadi Rp 10 miliar. 

Baca juga: Raperda PLP2B Disahkan, 9 Hektar Sawah Di Ponorogo Alih Fungsi Jadi KDKMP

 

" Secukupnya yang ada di BTT kita cover untuk bencana. Sudah kita rapatkan dengan TPAD untuk pergesaran. Jangan sampai ada pengungsi kelaparan," pungkasnya. 

Baca juga: Suap Mutasi Diungkap KPK, Ratusan PNS Ponorogo Jalani Profiling ASN dari BKN

Diketahui sebelumnya, Bupati Sugiri merencanakan relokasi hunian warga 3 RT Dukuh Krajan Desa Talun Kecamatan Ngebel. Pasca Gunung Banyon longsor. Hal ini mengingat ancaman longsor susulan masih besar terjadi dan mengancam 260 jiwa yang mendiami lereng anak Gunung Wilis.znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru