BUTLER - Seorang sniper yang menembak calon presiden (capres) Donald Trump saat kampanye untuk pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) di Pennsylvania telah tewas ditembak kepalanya oleh agen Secret Service.
Trump berhasil selamat dari upaya pembunuhan tersebut meski darah terlihat keluar dari telinganya.
Baca juga: Diduga Akan Bunuh Diri, Pria di Texas Tembak 4 Polisi
Upaya pembunuhan terhadap capres Partai Republik itu terjadi pada Sabtu waktu setempat. Serangan itu memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Presiden Joe Biden yang menjadi rival Trump.
Sebelum penembakan terjadi, para saksi mengatakan mereka berusaha mati-matian untuk memperingatkan polisi bahwa seorang sniper yang membawa senapan sedang merangkak di atap.
“Anda dapat dengan jelas melihatnya membawa senapan,” kata salah satu saksi, seorang pria yang mengenakan topi MAGA 2020, kepada BBC News, Minggu (14/7/2024).
Baca juga: Asyik Main Kartu, Perwira Polisi Ditembak Mati Pembunuh Bayaran
“Kami menunjuk ke arahnya. Polisi sedang berlarian di lapangan," ujarnya.
"Kami seperti, 'Hei, kawan, orang di atap dengan senapan itu'. Dan polisi bertanya, 'Hah?' Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi."
Saksi mata lainnya, yang berada di sekitat lokasi kampanye, mengatakan bahwa dia dan teman-temannya melihat seorang pria berpakaian kamuflase coklat naik ke atap sebuah gedung dengan membawa senapan dan memperingatkan polisi tentang hal itu.
Baca juga: Delapan Hari pasca Trump Ditembak, Biden Mundur dari Bursa Pilpres AS 2024
“Secret Service sedang melihat kami dari atas gudang, saya menunjuk ke atap itu--dan tahu-tahu, lima tembakan terdengar,” kata saksi tersebut.
Editor : Redaksi