Inflasi Jawa Timur Juli 2024 Sebesar 2,13 Persen

realita.co
Kepala BPS Jatim Zulkipli.

SURABAYA (Realita) - Inflasi year on year (y-on-y) di Provinsi Jawa Timur pada Juli 2024 sebesar 2,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,41.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur Zulkipli menyampaikan itu di kantornya di Surabaya, Kamis (1/8/2024).

Baca juga: Tekan Inflasi Daerah, Pemprov Jatim Hadirkan Pasar Murah ke-293 di Kabupaten Madiun

Dikemukakan, inflasi tertinggi sebesar 3,45 persen terjadi di Sumenep dengan IHK sebesar 108,80, dan inflasi terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 1,53 persen dengan IHK sebesar 105,66.

"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran," terangnya.

Dipaparkan, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,62 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,62 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,45 persen.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah Jadi Strategi Pemkab Malang Kendalikan Inflasi

Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,95 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,96 persen, kelompok transportasi sebesar 1,38 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,19 persen.

Terus, kelompok pendidikan sebesar 1,97 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,94 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,57 persen.

Baca juga: Hasil Survei IHK Bulan Juli, Kota Kediri Tempati Urutan Ketiga Terendah Se-Jatim

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, kata Zulkipli, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,44 persen.

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Jawa Timur bulan Juli 2024 masing-masing sebesar 0,04 persen dan 0,84 persen. gan

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru