Tingkatkan Sinergi KUB, Bank Jatim Gelar Sharing Session

realita.co
Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah saat sambutan Sharing Session bidang Human Capital. Foto: Ganefodin

SURABAYA (Realita) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) gelar sharing session di bidang Human Capital. Tujuannya, meningkatkan sinergi antar anggota Kelompok Usaha Bank (KUB).

Bertempat di Hotel Bumi Surabaya, acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah. Turut hadir, jajaran SEVP beserta Vice President Human Capital Bank Jatim sebagai salah satu pemateri.

Baca juga: Optimis Kinerja Positif di Tahun 2026, Dua Direksi Bank Jatim Kompak Borong Saham

Umi mengatakan, melalui sharing session bertema Implementasi Sinergitas Antar Anggota KUB Dalam Bidang Human Capital ini diharapkan dapat memberikan ilmu tambahan serta menyamakan persepsi.

”Harapannya kita semua dapat menyamakan persepsi terkait beberapa hal, antara lain tentang penentuan Key Performance Indicator (KPI) pengurus, unit kerja, dan individu," ujar Umi.

"Bank Jatim ingin dari lima bank anggota KUB yang bergabung dengan Bank Jatim ada standarisasi,” imbuhnya.

Dalam acara ini dibahas mengenai Blueprint Human Capital, KPI Pengurus, Unit Kerja & Individu, Punishment, Remunerasi dan Pengembangan Karir.

Selain itu juga Kamus Kompetensi, serta Sinergi Human Capital Untuk Meningkatkan Kolaborasi Antar Anggota KUB.

Menurut Umi, keenam hal tersebut merupakan komponen penting yang inline dengan masing-masing BPD.

“Sharing session ini juga sebagai salah satu bentuk mewujudkan sinergitas kita dalam ber-KUB. Diharapkan tidak ada ketimpangan ilmu, sehingga kita bisa menjadi bank yang besar,” ungkap Umi.

Sebagai bagian dari langkah strategis, Bank Jatim telah menjadi perusahaan induk terhadap 5 BPD melalui KUB. Kelima BPD itu, Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank NTT, Bank Banten, dan Bank Sultra.

Baca juga: Jatimers Run To Care Dorong Partisipasi Masyarakat Melestarikan Lingkungan

Seiring dengan pelaksanaan aksi korporasi KUB tersebut, Bank Jatim juga telah mempersiapkan diri melalui transformasi terhadap 5 pilar yang menjadi fundamental bisnis perseroan.

Kelima pilar itu, peningkatan keunggulan di bidang human capital. Penguatan struktur organisasi untuk beradaptasi dengan perkembangan jaman yang diikuti dengan sinkronisasi prosedur yang lebih adaptif dengan tetap berasaskan pada kehati-hatian.

Terus, peningkatan utilitas di aspek teknologi informasi, dan implementasi aksi korporasi penyertaan modal untuk kebutuhan pembentukan KUB.

Sebagai bank yang terus menjadi inovatif dan terpercaya, Bank Jatim telah membuktikan bahwa BPD dapat bersaing di kancah nasional.

Maka dari itu, BJTM berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan memperkuat pertumbuhan bisnisnya.

Baca juga: Bank Jatim Pemenang ARA Kategori BUMD Go Publik Keuangan

Adapun kinerja yang solid yang ditunjukkan pada periode November 2024, aset Bank Jatim mencapai Rp 109,09 triliun, penyaluran kredit Rp 63,90 triliun, penghimpunan dana pihak ketiga di angka Rp 87,96 triliun, dan laba sebesar Rp 1,02 triliun.

Kemudian, inovasi layanan keuangan berkelanjutan dari JConnect sukses mencatatkan angka pengguna sebanyak 811.575 user pada November 2024.

Hal itu memperlihatkan peran BJTM yang terus bergerak bersama masyarakat dan pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. gan

 

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru