DEPOK (Realita) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Depok seringkali meninggalkan cerita tak menyenangkan bagi warga Perumahan Pondok Sukatani Permai, RT 8, RW 20, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos.
Pasalnya, kawasan tersebut telah mengalami banjir sejak tahun 2007 dan belum mendapatkan solusi permanen hingga hari ini.
Baca juga: Banjir Langganan Terjadi di Depok, Warga Minta Solusi Permanen
Salah seorang warga bernama Cecep Muharom mengatakan, bahwa sejak pertama kali tinggal di lokasi tersebut pada tahun 2005, ia sudah mengalami berkali-kali kebanjiran.
“Saya tinggal di sini sejak 2005, tapi mulai 2007 sudah terasa. Kalau hujan deras satu atau dua jam saja, air langsung naik dan banjir,” ungkap Cecep, Selasa (15/4/2025).
Cecep menjelaskan bahwa banjir yang terjadi bukan hanya genangan ringan.
Bahkan, dalam kondisi ekstrem, ketinggian air bisa mencapai pinggang orang dewasa.
“Minimal se-lutut, kadang bisa se-pinggang. Jadi warga harus cepat-cepat amankan barang,” katanya.
Cecep menuturkan, banjir tidak hanya menggenangi rumah-rumah warga, tetapi juga melumpuhkan akses jembatan utama di dalam perumahan.
Baca juga: Depok Diguyur Hujan Deras, Genangan di Jalan Margonda Bikin Macet
Saat hujan turun deras, jembatan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Jembatannya terputus. Motor mati, mobil juga enggak bisa lewat. Sudah seperti langganan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, akar permasalahan banjir ini berasal dari penyempitan aliran kali yang melintasi kawasan tersebut.
Saluran air tidak mampu menampung debit air hujan tinggi, sehingga air meluap ke permukiman.
“Kalinya makin kecil. Di ujung sana sampai ke depan itu sempit, apalagi di terowongan bawah itu. Air jadi enggak bisa mengalir cepat,” terangnya.
Baca juga: Baru Hujan Sebentar, Jalan Raya Duta Pelni Depok Langsung Banjir
Menurut Cecep, pada masa kepemimpinan wali kota sebelumnya, sempat ada rencana pembangunan bendungan pengendali banjir di area sekitar perumahan.
Namun hingga kini, rencana itu tak kunjung terealisasi.
“Dulu sudah ada survei dan katanya akan dibangun bendungan di tanah seluas beberapa ribu meter. Tapi sekarang sudah ganti pimpinan. Harapan kami, rencana itu bisa dilanjutkan dan bukan cuma wacana,” tuturnya.
Warga berharap pemerintah Kota Depok yang baru segera meninjau ulang situasi dan mengupayakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan yang sudah bertahun-tahun membayangi kenyamanan mereka. Hry
Editor : Redaksi