PONOROGO (Realita)- Momen peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei yang digelar di depan Paseban Aloon-Aloon Ponorogo, dimanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendorong peningkatan perlindungan bagi pekerja, khususnya di wilayah Ponorogo, Sabtu (03/05/2025).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Anwar Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo atas dukungan aktif dalam menjamin perlindungan pekerja, terutama mereka yang tergolong rentan.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Lindungi Pengurus Masjid Lewat DMI
“May Day ini merupakan momen penting bagi para pekerja, sebagai pengingat akan hak dan manfaat yang seharusnya mereka dapatkan. Kami berterima kasih kepada Pemkab Ponorogo yang telah memberikan dukungan luar biasa, baik secara regulasi maupun dalam bentuk bantuan untuk pekerja rentan,” ujarnya.
Menurutnya melalui sinergi dengan Pemkab dan organisasi perangkat daerah (OPD), BPJS Ketenagakerjaan kini semakin mudah menjangkau masyarakat yang belum tergabung dalam program jaminan sosial tersebut.
“ Perlindungan ini sangat penting, terutama saat pekerja mengalami musibah atau berhenti bekerja, karena terdapat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan tabungan Jaminan Hari Tua (JHT),” ungkapnya.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Dony Eko Setiawan, menjelaskan bahwa saat ini Ponorogo berada di peringkat ke-18 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur dalam hal kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Capaian ini tak lepas dari dukungan Pemkab, termasuk melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang telah melindungi sekitar 29.000 pekerja. Tak hanya bantuan finansial, Pemkab juga memberikan dukungan dari sisi regulasi yang sangat memudahkan kami memperluas cakupan,” akunyaBPJS Ketenagakerjaan juga terus memperluas kerja sama, tidak hanya dengan instansi pemerintah (horizontal), tetapi juga vertikal, termasuk dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Ponorogo. Harapannya, seluruh pekerja formal di bawah naungan KADIN bisa terlindungi.
Dony mengungkapkan, dari sekitar 560 ribu angkatan kerja di Ponorogo, baru 100 ribu orang atau sekitar 23 persen yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Cairkan Santunan Ratusan Juta di Harjasda 167
“Target kami sesuai arahan dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun adalah meningkatkan cakupan menjadi 45 persen tahun ini,” tambahnya.
Selain lima program utama, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hati Tua (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), dan Jaminan Pensiun (JP). BPJS Ketenagakerjaan juga menawarkan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) seperti bantuan kepemilikan rumah, renovasi, KPR, dan uang muka melalui kerja sama dengan perbankan.
“Ini peluang luar biasa bagi para pekerja, khususnya yang belum memiliki rumah. Kami akan bantu lewat program subsidi khusus agar mereka bisa punya hunian layak,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku akan terus meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Tak hanya pekerja formal, pekerja informal juga akan didorong untuk menjadi peserta. Baik secara kelembagaan maupun mandiri.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Gresik Perkuat Engagement Pelaku Jasa Konstruksi
“ Terus kita dorong. Agar suluruh masyarakat pekerja di Ponorogo bisa ikut BPJS Ketenagakerjaan,” tekannya.
Dalam puncak acara May Day ini tidak hanya diwarnai dengan berbagai kegiatan seperti pengobatan gratis, senam sehat dan banjir hadiah.
Tapi juga diwarnai dengan pemberian santunan dari BPJS Ketenagakerjaan senilai total Rp 208.360.000 kepada tiga ahli waris pekerja di Ponorogo yang meninggal saat menjalankan tugas.
Tidak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan kartu kepesertaan kepada sejumlah pekerja formal dan informal di Ponorogo. znl
Editor : Redaksi