Kepala BNN Sebut Ibu-Ibu Diincar Bandar jadi Kurir Narkoba, Imbau Waspada Pilih Teman

Reporter : Redaksi
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom dalam konferensi pers di kantor pusat Ditjen Bea Cukai menyatakan, perempuan khususnya ibu-ibu saat ini menjadi incaran bandar narkoba untuk menjadi kurir. 

JAKARTA (Realita)- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Marthinus Hukom menyatakan, perempuan khususnya ibu-ibu saat ini menjadi incaran bandar narkoba untuk menjadi kurir barang haram tersebut. 

Hal itu berkaca dari 172 kasus narkoba yang diungkap BNN bersama dengan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu. Dimana dari 285 orang tersangka, 256 diantaranya laki-laki dan sisanya 29 perempuan.

Baca juga: Jaksa Tanjung Perak Tuntut Seumur Hidup Kurir 7 Kg Sabu, Kirim Sinyal Keras ke Jaringan Narkoba

"Sebanyak 10 persen dari total tersangka tertangkap yang mayoritas berstatus sebagai ibu rumah tangga," kata Marthinus dalam konferensi pers di kantor pusat Ditjen Bea Cukai, Jakarta Timur, kemarin Senin (23/6). 

"Saat ini kaum perempuan dan ibu-ibu rumah tangga Indonesia sedang menjadi target jaringan sindikat narkoba untuk menjadi kurir pembawa narkoba baik antara provinsi, antara pulau, bahkan antara negara dan antar benua," ujarnya. 

Ia mengatakan, dalam menghadapi hal tersebut, semua pihak terkait harus berkolaborasi dalam menjaga dan melindungi harkat martabat serta peran sentral kaum perempuan. 

"Sebagai ibu dari anak-anak generasi penerus bangsa, mereka harus dijauhkan dari pengaruh dan tipu daya jaringan sindikat narkoba," ucapnya. 

Marthinus menyebut, upaya perlindungan terhadap kaum perempuan dan ibu-ibu Indonesia menjadi sangat penting karena posisi dan perannya sebagai tiang dalam bangunan sebuah negara.

Baca juga: Jaksa Tuntut 7 Tahun Penjara WN Belanda Kitty Van Riemsdijk Pemilik Kokain

Ia menilai, tegak dan runtuhnya suatu bangunan negara sangat tergantung pada baik buruknya kaum perempuan. 

"Untuk itu perlu pendekatan yang tepat dalam upaya pemberdayaan perempuan Indonesia sebagai agen moral pembentuk pembentukan moral generasi bangsa," tuturnya. 

Marthinus juga mengingatkan para perempuan semakin waspada dalam menjalin hubungan pertemanan, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya.

"Pastikan bahwa lingkungan sosial kita berada dalam keadaan kondusif dan aman serta dapat menjadi supporting system dalam penguatan sebagai aspek kehidupan baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan sosial masyarakat," imbaunya. 

Baca juga: Seniman Tato Ditembak dari Jarak Dekat

Dari 172 kasus narkoba yang diungkap BNN dan Bea Cukai itu, barang bukti yang berhasil disitang sebanyak 683,9 kilogram narkotika.

Terdiri dari sabu 308,6 kilogram, ganja 372,3 kilogram, 6.640 butir ekstasi atau setara 2,66 kilogram, THC 179,42 gram, hashish 104,04 gram, dan amfetamine 41,49 gram.

Barang bukti sebanyak itu diamankan dari 20 daerah, di antaranya Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Maluku.rin

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru