Wanita Ditemukan Tewas di Hotel dengan Kondisi Tangan Terikat

realita.co
Kondisi mayat wanita saat ditemukan di kamar. Foto: Humas

ABUJA (Realita)- Seorang wanita ditemukan tewas di Hotel Gwarinpa dengan tangan terikat di belakang punggungnya

Komando Kepolisian Wilayah Ibu Kota Federal (FCT) telah membuka penyelidikan penuh terhadap temuan jasad seorang wanita muda, Aladi Offikwu Johnson, yang juga dikenal sebagai Tessy dengan tangan terikat di belakangnya di sebuah kamar hotel di Gwarinpa, Abuja.

Baca juga: Mayat Wanita Bertato Ditemukan Dekat Kandang Buaya

Peristiwa ini, yang telah memicu kekhawatiran luas menyusul beredarnya video viral yang mengganggu, mendorong tindakan segera dari pihak berwenang.

Petugas Hubungan Masyarakat Kepolisian, SP Josephine Adeh, dalam sebuah pernyataan, mengatakan Komisaris Polisi, FCT, CP Ajao Adewale, telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh

Baca juga: Ditagih Uang Kas Kelas, Bocah 15 Tahun Bunuh Teman Sendiri lalu Jasadnya Dibuang

Temuan awal menunjukkan bahwa Tessy, yang merupakan penduduk asli Negara Bagian Benue, menginap di hotel di 3rd Avenue, Gwarinpa, pada hari Senin, 16 Juni 2025, ditemani oleh seorang pria tak dikenal yang kemudian meninggalkan tempat itu sendirian. Staf hotel menemukan tubuh korban tergelak tak sadarkan diri selama pemeriksaan rutin dan segera memberi tahu polisi. Petugas medis kemudian mengonfirmasi kematiannya.

Menanggapi keresahan masyarakat, Komisaris menghimbau agar tetap tenang, dan memastikan bahwa "segala upaya sedang dilakukan untuk membawa pelaku ke pengadilan." Dia juga mengeluarkan peringatan kepada para wanita muda agar selalu waspada: "Kami menyarankan para wanita muda untuk berhati-hati dalam berinteraksi, terutama dengan orang yang tidak dikenal, dan untuk selalu berbagi lokasi mereka dengan teman atau anggota keluarga yang dapat dipercaya demi alasan keamanan."

Baca juga: Minta Dinikahi, Wanita Ini Malah Dibunuh Usai Digauli lalu Mayatnya Dibuang di Tol

Polisi juga meminta pihak hotel untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan. "Operator hotel harus memperkuat protokol keamanan internal, termasuk verifikasi identitas wajib bagi tamu dan pemasangan sistem pengawasan fungsional untuk membantu pencegahan dan penyelidikan," tambah pernyataan itu.

Kepolisian juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan berjanji akan terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan proses penyelidikan. "Informasi lebih lanjut akan disampaikan pada waktunya," pungkas Adeh.ha

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru