SURABAYA (Realita)– Langkah besar kembali diambil Pemerintah Kota Surabaya untuk menanggulangi banjir yang kerap melanda kawasan Asemrowo dan Krembangan. Setelah menyelesaikan tahap pertama normalisasi Sungai Kalianak, kini Pemkot mulai menapaki tahap kedua.
Rabu (6/8/2025), tim gabungan dari Pemkot bergerak ke lapangan. Mereka mulai menandai 54 bangunan yang terdampak normalisasi. Tanda silang warna merah menghiasi dinding-dinding rumah warga di RW 07. Besok, giliran RW 06 yang disasar.
Baca juga: Tak Capai Target, 13 Kepala Dinas Surabaya Diganti
"Ini lanjutan setelah sosialisasi. Sekarang kami mulai pengukuran dan pemberian tanda pada bangunan," ujar Harun Ismail, Camat Krembangan.
Proses penandaan ini dilakukan secara sistematis. Disperkim Surabaya menggunakan GPS Geodetic untuk memastikan titik-titik bangunan yang masuk area program. Setelah itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) turun tangan memberi tanda fisik di lokasi.
Warga pun diberi kesempatan untuk memindahkan barang-barang mereka secara mandiri sebelum pembongkaran dimulai. Namun, jika dibutuhkan, bantuan dari Satpol PP dan petugas teknis akan diberikan.
Baca juga: Ekstrakurikuler Tata Boga SMPN 5 Surabaya Jadi Wadah Life Skill PDBK, dari Bolu hingga Gorengan
“Warga bisa tertibkan sendiri bangunannya, tapi kami siapkan bantuan dari instansi terkait jika diperlukan,” tambah Harun.
Harun menyadari bahwa relokasi dan pembongkaran bukan perkara mudah bagi warga. Namun, ia berharap masyarakat tetap kooperatif dan mendukung program ini demi kebaikan bersama.
Baca juga: Pasar Kembang Surabaya Menggeliat Sejak Dini Hari, 190 Pedagang Jajakan Kuliner Tradisional
“Tujuan kami jelas, untuk mengurangi potensi banjir yang selama ini menjadi masalah utama di kawasan ini. Mudah-mudahan proses ini bisa berjalan lancar, termasuk nanti di wilayah Asemrowo,” tutupnya.
Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen Pemkot Surabaya untuk membenahi sistem drainase dan aliran sungai di kota. Sungai Kalianak, yang selama ini menyempit dan tertutup bangunan liar, diharapkan bisa kembali mengalir lancar dan menjadi solusi permanen atas banjir musiman yang membayangi warga.yudhi
Editor : Redaksi