Wali Kota Eri Cahyadi Perketat Pengawasan Kos-Kosan di Surabaya

Reporter : Redaksi
Pengarahan kepada KA OPD, Camat-dan Lurah terkait Waqaf di Graha Sawunggaling, Rabu (24/9/2025). Foto: Yudik

SURABAYA (Realita)– Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta seluruh camat, lurah, dan kepala perangkat daerah (PD) untuk memperketat pengawasan terhadap rumah indekos yang berada di kawasan pemukiman. Menurutnya, langkah ini penting guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Pahlawan.

Dalam pengarahan di Graha Sawunggaling, Rabu (24/9/2025), Eri menyoroti dua hal utama terkait pengelolaan kos-kosan. Pertama, ia menekankan pentingnya regulasi perizinan. Ia meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) membahas persoalan izin kos-kosan bersama Komisi A DPRD Surabaya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Dukung Piala Walikota 2026, Perkuat Pembinaan Komunitas dan Olahraga Domino

“Kos-kosan itu tidak ada retribusinya, nanti tolong koordinasi dengan teman-teman Komisi A,” kata Eri.

Kedua, Eri menegaskan bahwa kos-kosan di wilayah pemukiman harus memiliki pengawas langsung, baik pemilik maupun orang yang ditunjuk sebagai bapak atau ibu kos. Tujuannya agar aktivitas penghuni tetap terpantau. “Kalau kos berada di pemukiman lalu tidak ada pengawasan, potensi tindak pencabulan dan gangguan keamanan akan besar,” ujarnya.

Baca juga: Kejati Jatim Limpahkan Aduan Dugaan Mark-Up APBD Surabaya ke Inspektorat

Eri juga mengingatkan bahwa pembangunan kos-kosan di pemukiman harus mendapat persetujuan minimal sepertiga warga sekitar. Namun, untuk kos yang berada di pinggir jalan utama, izin warga tidak diperlukan karena dinilai tidak mengganggu lingkungan.

Selain aspek keamanan, pengawasan kos-kosan menurut Eri juga akan membantu Pemkot Surabaya dalam menyalurkan intervensi sosial, terutama program pendidikan dan kesejahteraan. Ia menargetkan pada 2026 seluruh warga miskin dan pra-miskin di Surabaya bisa bersekolah hingga lulus sarjana.

Baca juga: Belum Ada Kasus Hantavirus di Surabaya, Dinkes Siapkan Langkah Ini

Di akhir arahannya, Eri mengajak jajarannya memperkuat program Kampung Pancasila untuk menanamkan nilai gotong royong sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru