SIDOARJO (Realita)- Kepala Kantor Tim SAR Surabaya Nanang Sigit menyebut pihaknya masih fokus mengevakuasi santri Ponpes Al-Khoziny Buduran di Sidoarjo, Jawa Timur, yang terjebak di reruntuhan. Musala pesantren runtuh saat para santri salat Ashar.
Nanang menjelaskan, evakuasi dilakukan hati-hati karena medan yang masih rentan runtuh lagi.
Baca juga: Wabup Sidoarjo Resmikan Dapur SPPG MBG di Prambon, Tekankan Pengawasan Bersama
"Proses evakuasi tentunya kita fokus yang masih hidup. Tentunya kita perlu hati-hati sekali karena kondisi bangunan yang runtuh ini kemiringannya masih memungkinkan sekali untuk runtuh kembali," kata Nanang di lokasi, Senin (29/9) malam.
Ia menambahkan, pihak SAR menggunakan peralatan yang tidak membuat getaran berlebihan. Oleh karena itu prosesnya membutuhkan waktu.
Baca juga: Ribuan ASN Sidoarjo Teguhkan Komitmen Bangun Daerah pada Apel Akbar 2026
"Kita menjaga itu makanya peralatan tertentu yang kita gunakan. Karena peralatan yang menggunakan mesin yang membuat getaran itu yang membuat itu kita singkirkan dahulu," urainya.
"Kita menggunakan alat yang sederhana tapi yang masih bisa digunakan untuk membongkar reruntuhan," sambung dia.
Baca juga: Pengelolaan Anggaran dan Pajak Surabaya Jadi Rujukan Pemkab Sidoarjo
Nanang tidak bisa memastikan jumlah santri yang masih terjebak. Namun yang pasti sudah 4 orang yang berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.
"Karena masih banyak sekali yang terdengar menangis atau menjerit ya. Artinya mereka masih hidup. Kita masih fokus sini dulu," tutup dia.ty
Editor : Redaksi