Hingga Malam Ini, Masih Banyak Santri yang Terjebak di Bawah Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

realita.co
Situasi panik saat atap ambruk. Foto: Elyas

SIDOARJO (Realita)- Kepala Kantor Tim SAR Surabaya Nanang Sigit menyebut pihaknya masih fokus mengevakuasi santri Ponpes Al-Khoziny Buduran di Sidoarjo, Jawa Timur, yang terjebak di reruntuhan. Musala pesantren runtuh saat para santri salat Ashar.

Nanang menjelaskan, evakuasi dilakukan hati-hati karena medan yang masih rentan runtuh lagi.

Baca juga: Emas 20,8 Gram di Perumahan Mutiara Residen Sukodono Lenyap, Terduga Pelaku Keluarga Sendiri

"Proses evakuasi tentunya kita fokus yang masih hidup. Tentunya kita perlu hati-hati sekali karena kondisi bangunan yang runtuh ini kemiringannya masih memungkinkan sekali untuk runtuh kembali," kata Nanang di lokasi, Senin (29/9) malam.

Ia menambahkan, pihak SAR menggunakan peralatan yang tidak membuat getaran berlebihan. Oleh karena itu prosesnya membutuhkan waktu.

Baca juga: Wabup Sidoarjo Tegaskan Komitmen Pemkab Sidoarjo Mendukung Dekopinda Sidoarjo

"Kita menjaga itu makanya peralatan tertentu yang kita gunakan. Karena peralatan yang menggunakan mesin yang membuat getaran itu yang membuat itu kita singkirkan dahulu," urainya.

"Kita menggunakan alat yang sederhana tapi yang masih bisa digunakan untuk membongkar reruntuhan," sambung dia.

Baca juga: Ada Gudang Tembakau di Dusun Kesamben, Porong Sidoajo, Kasun dan Kades Saling Lempar Tanggung Jawab

Nanang tidak bisa memastikan jumlah santri yang masih terjebak. Namun yang pasti sudah 4 orang yang berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.

"Karena masih banyak sekali yang terdengar menangis atau menjerit ya. Artinya mereka masih hidup. Kita masih fokus sini dulu," tutup dia.ty

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru