SURABAYA (Realita) - Sebuah video / foto yang menunjukkan seorang pria melakukan eksploitasi terhadap satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) viral di media sosial pada Kamis (9/10/2025).
Video tersebut diunggah oleh akun @nebay dengan caption "ini namanya penyiksaan hewan!! anak gajah Rocky usianya baru 1 tahun sudah di tunggangi seperti ini!! dampaknya bisa patah tulang, bahkan cacat seumur hidup."
Baca juga: Audit BBKSDA dan Way Kambas: Penunggangan Gajah Rocky di KBS Bukan Eksploitasi Satwa
Menanggapi hal ini, pemerhati satwa, Singky Suwadji mempertanyakan tugas dan fungsi direktur PDTS KBS yang di anggapnya kurang berpengalaman di bidang konservasi.
"Direktur itu harusnya berpengalaman, kalau tidak berpengalaman bagaimana? Apalagi bawahannya. Kalau seperti ini walikota yang harus bertanggung jawab," ujar Singky kepada Realita.co, Jumat (10/10/2025).
Singky menambahkan, hal seperti ini tidak akan terjadi jika di tangan pemimpin yang tepat dan terlibatnya orang-orang berpengalaman dalam memilih kandidat calon direktur.
Baca juga: Tiga Tahun Menanti, Buruh Eks PT KBS Akhirnya Terima Pembagian Aset Perusahaan
"Jangan hanya pencitraan saja, masukan harusnya juga bisa terima," terangnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti mengatakan jika hal itu dilakukan untuk tujuan pelatihan agar gajah terlatih dan terbiasa dengan mahout.
"Gajah dinaiki untuk tujuan pelatihan agar gajah terlatih terbiasa dengan mahout untuk tujuan perawatan dan penanganan medis bila diperlukan," kata Nurika melalui pesan Whatsapp, Jumat (10/10/2025) malam.
Baca juga: Pemkot Surabaya-LZY Visual Hiasi Tunnel TIJ-KBS dengan Video Mapping Bertema Suaka Margasatwa
"Adapun pelatihan dilakukan tersebut dilakukan hanya di waktu tertentu dengan jangka waktu yang singkat," pungkas dia.
Nurika menjelaskan, jika mahout yang menaiki adalah mahout dengan berat badan yang paling ringan, dan pelatihan itu hanya dilakukan dalam waktu singkat. Ty
Editor : Redaksi