ACEH (Realita) - Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau wilayah terdampak banjir di Aceh pada kunjungan keduanya sejak bencana melanda.
Dalam rapat koordinasi di lokasi, Prabowo menyampaikan tujuh arahan tegas untuk memastikan percepatan penanganan berjalan efektif dan kebutuhan warga terpenuhi tanpa hambatan birokrasi.
Baca juga: Pasca Bencana Sumut-Aceh, Proses Pembangunan Dikebut! Menko IPK: Kita Cek
Presiden meminta Panglima TNI, Kapolri, serta KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak untuk mengerahkan seluruh kekuatan dalam membuka akses yang terputus, termasuk memperbaiki jembatan-jembatan rusak dan wilayah yang masih terisolasi.
Ia menegaskan bahwa titik terdampak terparah harus mendapat prioritas.
Di sektor energi, Prabowo menyoroti pentingnya pemulihan layanan listrik. Menteri ESDM melaporkan bahwa perbaikan jaringan telah mencapai 97 persen, dan Presiden meminta percepatan agar semua wilayah kembali normal.
Sementara kepada Menteri Kesehatan, Prabowo memerintahkan penurunan dokter magang guna memperkuat layanan medis, mengingat banyak tenaga kesehatan setempat ikut menjadi korban banjir.
Prabowo juga menekankan kebijakan penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani yang kehilangan lahan dan gagal panen.
Baca juga: Banjir di Sumatera-Aceh, 1.199 Orang Meninggal dan 144 Hilang
Menurutnya, kerugian yang dialami petani murni akibat bencana alam, sehingga tidak boleh menjadi beban tambahan di tengah kondisi sulit.
Terkait distribusi bantuan, Prabowo menegur praktik penyaluran logistik dari helikopter yang sempat viral karena dinilai membahayakan warga.
Ia meminta metode distribusi yang lebih aman dan memastikan bantuan diterima langsung masyarakat di lapangan.
Baca juga: GIGs Aid From Depok to Tamiang Satukan Musik dan Solidaritas Kemanusiaan
Selain itu, Prabowo memberikan peringatan keras kepada kepala daerah yang tidak berada di tempat saat bencana terjadi.
Ia meminta Menteri Dalam Negeri memproses kepala daerah yang dinilai lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Melalui sejumlah arahan ini, Presiden menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan Aceh, mulai dari bantuan darurat, pemulihan infrastruktur, hingga perbaikan lahan pertanian. Pemerintah memastikan seluruh proses penanganan dilakukan transparan dan tepat sasaran.mag
Editor : Redaksi