MALANG (Realita)– Kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang kembali menuai apresiasi. Hasil survei kepuasan pelanggan dan pegawai tahun 2025 menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, mencerminkan kualitas pelayanan publik sekaligus soliditas internal perusahaan daerah penyedia air minum tersebut.
Perumda Tirta Kanjuruhan merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Malang yang berdiri berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 1981. Perusahaan ini berfokus pada penyediaan layanan air minum dengan mengemban misi sosial dan ekonomi secara seimbang. Hingga kini, Perumda Tirta Kanjuruhan melayani lebih dari 68 ribu pelanggan aktif yang tersebar di sebagian besar dari 33 kecamatan melalui 25 unit pelayanan.
Dalam operasionalnya, Perumda Tirta Kanjuruhan terus mengedepankan pelayanan berkualitas, inovasi teknologi, konservasi sumber air, serta penerapan tarif yang terjangkau. Bahkan, perusahaan memberikan subsidi dan bantuan gratis untuk tempat ibadah sebagai wujud tanggung jawab sosial. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama H. Syamsul Hadi, S.Sos., MM, perusahaan juga berkomitmen menjaga kinerja manajemen yang sehat dan transparan.
Survei kepuasan pelanggan dilaksanakan oleh Universitas Ma Chung, sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Malang, sementara survei kepuasan pegawai dilakukan oleh Lembaga Analisis Politik dan Otonomi Daerah (LAPOLDA), lembaga independen yang fokus pada kajian kebijakan publik dan tata kelola organisasi.
Pelaksanaan survei tersebut bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan air bersih, menilai efektivitas kinerja unit pelayanan, serta mengevaluasi kondisi sumber daya manusia, iklim kerja, dan sistem manajemen internal perusahaan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan.
Berdasarkan Survei Kepuasan Pelanggan (SKP) Tahun 2025 yang dilaksanakan pada 20 November hingga 12 Desember 2025, Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP) Perumda Tirta Kanjuruhan mencapai angka 91,06 atau masuk kategori Sangat Baik. Survei ini melibatkan 2.620 responden dari total 154.770 pelanggan aktif yang tersebar di 26 unit layanan, dengan tingkat partisipasi mencapai 104,05 persen dari target yang ditetapkan.
Secara kewilayahan, Wilayah V mencatat nilai tertinggi dengan skor 95,12, disusul Wilayah III dan Wilayah I yang juga berada pada kategori sangat baik. Sementara Wilayah II memperoleh nilai 87,71 atau kategori baik. Analisis internal menunjukkan rata-rata kinerja sebesar 90,49, dengan beberapa unit layanan masuk kategori pertahankan dan sejumlah unit lainnya menjadi prioritas perbaikan.
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, H. Syamsul Hadi, S.Sos., MM, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan bukti konkret komitmen perusahaan dalam membangun pelayanan publik yang profesional dan berkelanjutan.
“Hasil survei ini menunjukkan bahwa pelayanan air bersih yang kami berikan secara umum telah melampaui standar minimal pelayanan publik dan diterima dengan sangat baik oleh masyarakat. Ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran Perumda Tirta Kanjuruhan,” ujar Syamsul Hadi kepada Realita.co, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, tingginya partisipasi responden menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kinerja perusahaan.
“Partisipasi yang sangat tinggi menandakan kepercayaan dan kepedulian masyarakat terhadap Perumda Tirta Kanjuruhan. Seluruh masukan ini menjadi pijakan penting bagi perbaikan yang lebih terarah dan terukur,” tegasnya.
Selain kepuasan pelanggan, Survei Kepuasan Pegawai yang dilakukan oleh LAPOLDA pada 13–18 Desember 2025 juga menunjukkan hasil sangat positif. Tingkat partisipasi mencapai 91,96 persen dengan kategori penilaian “Exellent”, mencerminkan soliditas internal dan iklim kerja yang kondusif.
Direktur LAPOLDA, George Da Silva, menilai hasil tersebut sebagai indikator kuat keberhasilan manajemen dalam mengelola sumber daya manusia.
“Kepuasan pegawai Perumda Tirta Kanjuruhan menunjukkan bahwa tata kelola SDM berjalan dengan baik, adil, dan berorientasi pada kinerja. Ini penting karena pegawai adalah ujung tombak pelayanan publik,” ujar George Da Silva.
Menurutnya, tingginya tingkat kepuasan pegawai juga menggambarkan budaya kerja yang sehat dan profesional.
“Kami melihat adanya keselarasan antara misi sosial dan misi profit. Pegawai memiliki kesadaran melayani masyarakat, disiplin dalam bekerja, serta didukung oleh sistem kepemimpinan dan pengembangan karier yang jelas,” tambahnya.
Hasil survei mencatat 100 persen pegawai memahami tugas dan tanggung jawab kerja, 98 persen menilai penempatan kerja sesuai kompetensi, serta mayoritas pegawai memiliki latar belakang pendidikan sarjana dan magister. Kondisi tersebut menempatkan Perumda Tirta Kanjuruhan sebagai organisasi berbasis pengetahuan (knowledge intensive organization).
Meski demikian, survei juga mencatat perlunya peningkatan sarana dan prasarana kerja. Sebanyak 77,6 persen pegawai menilai fasilitas kerja memadai, sementara sisanya berharap adanya pembaruan peralatan operasional dan infrastruktur pendukung.
Menanggapi hal tersebut, Syamsul Hadi menegaskan komitmen manajemen untuk melakukan tindak lanjut secara bertahap dan terukur.
“Catatan dari pegawai menjadi perhatian serius kami. Kepuasan pegawai harus terus dijaga agar pelayanan kepada pelanggan tetap optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Perumda Tirta Kanjuruhan berkomitmen memperkuat digitalisasi layanan, meningkatkan monitoring kinerja berbasis data, mempercepat penanganan pengaduan, serta mengembangkan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pelayanan air bersih yang adil dan merata di Kabupaten Malang.
“Kepuasan pelanggan dan pegawai adalah dua pilar utama. Jika keduanya terjaga, maka keberlanjutan pelayanan dan kinerja perusahaan akan semakin kuat,” pungkas Syamsul Hadi. (mad)
Editor : Redaksi