Petrokimia Gresik Pacu Produktivitas Semangka Tapal Kuda di Tengah Cuaca Ekstrem

realita.co
Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Petani Tapal Kuda di Jember, Selasa (17/2/2026). Foto: Rusdi

JEMBER (Realita) – Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi menjelang Ramadan, Petrokimia Gresik mencatat lonjakan produktivitas semangka di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur, hingga 34 persen.

Capaian itu diraih melalui program “Petani Semangka Tapal Kuda” yang digagas perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia tersebut.

Baca juga: Apresiasi Lolos ke Liga 4, Pemkab Jember Siapkan Beasiswa Kuliah untuk Pemain Persid

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan Ramadan merupakan momentum strategis bagi petani semangka. Namun, tingginya curah hujan kerap menjadi ancaman serius.

“Ramadan adalah peluang besar bagi petani semangka. Permintaan meningkat tajam, tetapi musim hujan sering membuat hasil tidak maksimal. Kami ingin memastikan petani tetap bisa panen optimal,” ujarnya saat Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Petani Tapal Kuda di Jember, Selasa (17/2/2026).

Ia menambahkan, intervensi teknologi dan pemupukan presisi menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Petrokimia Gresik melakukan pendampingan, mulai dari pengolahan lahan, fase vegetatif, hingga pembentukan buah kami kawal.

Hasilnya produktivitas melonjak dari 47 ton menjadi 63 ton per hektare.
Selain peningkatan kuantitas, kualitas buah juga mengalami perbaikan signifikan.

Baca juga: Pemkab Jember dan DPUBM Jatim Petakan Infrastruktur Rusak Pasca Banjir 

Demplot di Banyuwangi mencatat tingkat kemanisan mencapai 12 Brix, melampaui standar umum 10 Brix. Masa polinasi pun lebih cepat dua hingga lima hari dibanding pola konvensional.

Dari sisi pasar, semangka Tapal Kuda telah menembus Surabaya, Semarang, Jakarta, hingga Lampung. Untuk ukuran kecil 2–3 kilogram, pasar Bali menjadi tujuan utama.

“Dengan peningkatan hasil di momentum Ramadan, potensi pendapatan petani pun ikut terdongkrak,” Pungkas Adityo.
Salah satu peserta lomba asal Jember, Egal, mengaku merasakan langsung dampak program tersebut.

Baca juga: Pemkab Jombang Kejar Deadline, Exit Tol Baru Selesai Awal Desember

“Biasanya kalau hujan deras kami waswas karena banyak buah rusak. Tapi dengan pendampingan ini, hasilnya justru lebih bagus dan manis. Produksi naik dan harga jual juga lebih menguntungkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program tersebut memberi rasa percaya diri bagi petani.

“Petani bukan sekadar lomba. Ini solusi nyata buat kami menghadapi musim hujan dan menjaga penghasilan saat Ramadan,” katanya. (R-dy).

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru