Kota Kediri Peringati 157 Tahun Jembatan Lama, Ikon Sejarah di Tepian Brantas

realita.co
Pemerintah Kota Kediri memperingati hari ulang tahun ke-157 Jembatan Lama Kediri atau Brug Over Den Brantas te Kediri, Sabtu (14/3). Foto: Tania

KEDIRI (Realita) - Pemerintah Kota Kediri memperingati hari ulang tahun ke-157 Jembatan Lama Kediri atau Brug Over Den Brantas te Kediri, Sabtu (14/3).

Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali mengingat peran jembatan bersejarah tersebut sebagai saksi perjalanan Kota Kediri sekaligus warisan budaya yang harus dijaga bersama.

Baca juga: Jelang Mudik, Wali Kota Kediri Sidak Terminal Tamanan: Bus Layak Jalan, Sopir Dites Narkoba

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan Jembatan Lama bukan sekadar penghubung wilayah di atas Sungai Brantas, melainkan juga bagian penting dari sejarah dan identitas Kota Kediri. Jembatan yang telah berdiri lebih dari satu setengah abad itu menjadi saksi perkembangan kehidupan masyarakat serta perjalanan budaya di kota tersebut.

“Jembatan Lama ini bukan hanya sekadar jembatan yang menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat Kota Kediri. Karena itu, momentum peringatan ini bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga merawat warisan yang telah menjadi identitas kota,” ujarnya.

Menurut Mbak Wali, keberadaan Jembatan Lama yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya harus terus dijaga dan dirawat oleh seluruh masyarakat. Ia berharap warisan sejarah tersebut dapat tetap lestari dan menjadi kebanggaan bagi warga Kota Kediri.

Budayawan Kediri sekaligus Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Imam Mubarok atau Gus Barok, menjelaskan peringatan ulang tahun Jembatan Lama sebenarnya jatuh pada 18 Maret. Namun tahun ini peringatan dimajukan karena berdekatan dengan perayaan Hari Raya Idulfitri dan Nyepi.

Baca juga: Lonjakan Pemudik Nasional Capai 143 Juta, Kota Kediri Perkuat Pengamanan dengan 7 Pos Siaga

Ia menjelaskan Jembatan Lama Kediri merupakan jembatan dengan konstruksi besi pertama di Pulau Jawa yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Jembatan tersebut dirancang oleh arsitek Belanda Sytze Westerbaan Muurling, mulai digagas pada 1855 dan selesai dibangun pada 11 Maret 1869 sebelum akhirnya dibuka untuk umum pada 18 Maret 1869.

“Jembatan ini adalah konstruksi besi pertama di Jawa dan menjadi saksi sejarah perkembangan Kota Kediri. Karena itu keberadaannya harus kita jaga bersama sebagai warisan yang sangat berharga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priyambodo menambahkan peringatan ini juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali kawasan sekitar Jembatan Lama melalui berbagai kegiatan budaya dan ekonomi masyarakat.

Baca juga: THR Tak Dibayar? Pemkot Kediri Siapkan Posko Pengaduan untuk Pekerja

“Cagar budaya tidak boleh hanya dibiarkan, tetapi harus dimanfaatkan secara bijak. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kawasan sekitar jembatan bisa hidup, UMKM bergerak, dan masyarakat juga semakin peduli terhadap warisan sejarah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pengrajin tenun ikat asal Bandar Kidul, Slamet Sugiyanto, juga memperkenalkan motif tenun ikat yang terinspirasi dari bentuk Jembatan Lama Kediri. Motif tersebut diharapkan dapat menjadi simbol kebanggaan sekaligus cara baru mengenalkan cagar budaya kepada generasi muda.nia

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru