Suasana Pagi Hari Raya Idul Fitri di Gaza, Sholat Id di Tengah Reruntuhan Gedung

realita.co
Kondisi kota Gaza di momen Idul Fitri. Foto: X eyesongaza

KEHIDUPAN Nabi ﷺ tidaklah luput dari kesedihan. Beliau kehilangan putri-putri, putra-putra, dan para sahabatnya yang mulia. Umat pada masa beliau pun menyaksikan berbagai musibah besar.

Meskipun demikian, tidak pernah terbukti sekalipun bahwa beliau membatalkan kegembiraan hari raya atau mengubahnya menjadi hari berkabung.

Baca juga: Usai Bertemu Prabowo, Ormas Islam Solid Dukung Indonesia Masuk Board of Peace

Mengapa? Karena Nabi ﷺ mengajarkan kita bahwa:

Baca juga: Mbak Wali Terima Kunjungan Dubes Palestina, Tegaskan Komitmen Perdamaian dan Moderasi Beragama

1.  Hari Raya adalah Syiar Agama: Kegembiraan pada hari raya adalah ibadah dan wujud syukur kepada Allah atas sempurnanya ketaatan, bukan sekadar kegembiraan duniawi.

2.  Duka di Hati, Ibadah pada Perbuatan: Hati beliau bersedih dan mata beliau menangis atas musibah yang menimpanya, namun beliau tetap menampakkan syiar-syiar Allah pada waktunya. Ini adalah pemisahan yang sempurna antara emosi pribadi dan kepatuhan terhadap perintah Allah.

Baca juga: Inggris, Australia dan Kanada Resmi Akui Negara Palestina

3.  Kegembiraan adalah Pesan Kekuatan: Menampakkan kegembiraan pada hari raya adalah sebuah deklarasi bahwa agama Allah lebih agung dari kesedihan kita, dan bahwa syiar-syiar-Nya akan tetap tegak dan tidak akan pernah ditiadakan.Inf

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru