Bupati Jember Ancam Tutup Pangkalan LPG Nakal, Warga diminta Aktif Melapor

realita.co
Gus Fawait.

PEMERINTAH Kabupaten Jember bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait tingginya harga LPG di tingkat pangkalan. Bupati Jember Gus Fawait menilai persoalan yang terjadi di lapangan tidak hanya soal kelangkaan, tetapi juga praktik penjualan yang melampaui harga resmi.

Gus Fawait mengatakan banyak laporan yang masuk menunjukkan adanya sejumlah pangkalan yang menjual LPG di atas harga eceran tertinggi. Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat dan berpotensi memperparah beban ekonomi warga.

Baca juga: Dorong SDM Jember Naik Kelas, Gus Fawait Cairkan Ribuan Beasiswa hingga Insentif Miliaran Rupiah

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele dan membutuhkan tindakan tegas dari pemerintah daerah.
“Yang bikin resah ini bukan cuma kelangkaan, tapi juga harganya. Banyak pangkalan yang menjual di atas HET,” tegas Gus Fawait, (Selasa, 14/04/2026).

Gus Fawait menilai pelanggaran tersebut bukan sekadar persoalan administratif, melainkan sudah masuk kategori pelanggaran serius. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas harga agar tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Dalam koordinasi dengan pihak Pertamina, disepakati bahwa sanksi tegas akan diberlakukan kepada pangkalan yang terbukti melanggar aturan. Sanksi tersebut bersifat berjenjang hingga sanksi terberat berupa pemutusan hubungan usaha.

Pertamina juga memastikan bahwa pelanggaran penjualan di atas harga resmi termasuk kategori pelanggaran berat yang bisa berujung pada penutupan pangkalan.

Gus Fawait juga menegaskan bahwa harga LPG di tingkat pangkalan telah ditetapkan sebesar Rp18 ribu per tabung. Harga tersebut bersifat wajib dan tidak boleh dilanggar oleh pangkalan.

Baca juga: Bupati Fawait Peringatkan ASN Tak Pakai Mobil Dinas untuk Kepentingan Pribadi

Untuk itu, pemerintah daerah mengajak masyarakat berperan aktif dalam pengawasan distribusi LPG. Warga diminta tidak ragu melaporkan jika menemukan praktik penjualan di atas harga yang telah ditentukan.

Laporan dari masyarakat dinilai sangat penting untuk mempercepat tindakan di lapangan, termasuk pengecekan langsung oleh pemerintah bersama Pertamina.

“Kalau ada pangkalan yang menjual di atas Rp18 ribu, segera laporkan. Nanti kami akan turun langsung bersama Pertamina untuk mengecek,” ujar Gus Fawait.

Selain pengawasan harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi tetap terjaga di tengah dinamika global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah disebut tidak boleh menjadi alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga di tingkat pangkalan.

Baca juga: Gus Fawait Minta Camat Pastikan Tak Ada Warga Jember Kelaparan Saat Lebaran

Pemerintah Kabupaten Jember bersama Pertamina akan terus memperkuat pengawasan distribusi LPG agar tetap tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian harga bagi masyarakat.

Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk turun langsung jika ditemukan pelanggaran di lapangan, sekaligus memastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di tengah kondisi masyarakat.

“Saya minta masyarakat bantu laporkan, insyaallah saya akan turun langsung bersama Pertamina Jember untuk memastikan harga sesuai ketentuan,” lanjut Gus Fawait.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru