Kota Kediri Resmikan SPPG di Lirboyo, Program MBG Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja

realita.co
Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Selasa (14/4/2026). Foto: Prokopim Kota Kediri

KEDIRI (Realita) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap perekonomian.

Hal ini terlihat dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Jembatan Kaliombo I Ditutup 7 Bulan, Arus Kediri-Tulungagung Dialihkan

Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, hadir langsung dalam peresmian SPPG NU yang dirangkaikan dengan kegiatan business matching supply chain MBG.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.

Sebanyak 27 SPPG tahap ke-5 diresmikan dalam kegiatan tersebut, termasuk SPPG Kota Kediri Mojoroto Lirboyo 3.

Selain itu, turut dilakukan penandatanganan kerja sama layanan perbankan syariah antara PT Bank Syariah Indonesia dan SPPG Lirboyo.

Qowimuddin menyampaikan bahwa keberadaan SPPG memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi juga mulai meningkat.

“Kalau ada yang kurang atau tidak sesuai pasti langsung lapor. Ini menunjukkan masyarakat sudah sadar pentingnya makanan bergizi, dan ini jadi perhatian kita untuk terus memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Baca juga: DPUPR Kota Kediri Hadirkan Layanan Sedot Tinja Terintegrasi untuk Warga

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa program MBG memberikan dampak luas, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

Ia menyebut, hingga saat ini program MBG telah menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 62 juta jiwa di seluruh Indonesia.

“Program ini tidak hanya memberikan asupan gizi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 SPPG di seluruh Indonesia. Khusus di kawasan Lirboyo yang memiliki sekitar 52 ribu santri, dibutuhkan sekitar 15 hingga 20 SPPG untuk mendukung pemenuhan gizi secara optimal.

Baca juga: Produksi Gula Jatim Tertinggi 10 Tahun Terakhir, Khofifah Apresiasi Sinergi Petani dan Pabrik

Saat ini, baru dua SPPG yang telah beroperasi di kawasan tersebut. Ke depan, percepatan pembangunan akan terus didorong agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

Melalui sinergi antara pemerintah, pesantren, dan sektor keuangan, keberadaan SPPG diharapkan tidak hanya menjadi pusat penyediaan gizi, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.nia

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru