BATU (Realita)- Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, menegaskan bahwa kepemilikan lisensi resmi untuk penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 merupakan kewajiban bagi pelaku usaha komersial.
Hal tersebut disampaikan menanggapi imbauan Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kepada pelaku usaha seperti kafe, restoran, hotel, hingga coworking space yang berencana menggelar nobar Piala Dunia 2026 agar memiliki lisensi resmi hak siar.
Baca juga: PHRI Kota Batu Katakan Program Iftar di Hotel Jelang Ramadhan Belum Bisa Terprediksi
Menurut Sujud Hariadi, aturan mengenai lisensi nobar bukanlah kebijakan baru karena sudah diberlakukan sejak penyelenggaraan Piala Dunia sebelumnya. Ia menyebut, tahun ini hak siar resmi Piala Dunia dimiliki oleh TVRI.
“Bagi kami aturan tersebut bukan sesuatu yang baru. Itu memang sudah menjadi kewajiban bagi pelaku usaha komersial,” ujar Sujud Hariadi, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan, ketentuan lisensi berbeda dengan kegiatan nobar nonkomersial yang digelar di ruang publik seperti alun-alun, taman kota, balai desa, maupun fasilitas umum lainnya yang diperuntukkan secara gratis bagi masyarakat.
Baca juga: Ketua PHRI Kota Batu Optimis Okupansi Hotel Jelang Pergantian Tahun Bisa 90 Persen
“Kalau nobar nonkomersial di ruang publik tentu berbeda karena sifatnya untuk masyarakat dan tidak dipungut biaya,” tambahnya.
Selain menanggapi soal lisensi nobar, Sujud Hariadi yang juga Dirut Selecta mengungkapkan, kondisi okupansi hotel di Kota Batu yang dinilai mengalami peningkatan. Secara umum, tingkat hunian hotel rata-rata mencapai sekitar 70 persen.
Meski demikian, ia menilai peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu belum sepenuhnya berdampak pada tingkat hunian hotel.
Baca juga: Ketua PHRI Kota Batu Terpilih Sujud Hariadi, Tekankan Sinergitas Dengan Pemkot Batu
“Kalau melihat jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu memang meningkat cukup signifikan, tetapi tidak semuanya menginap di hotel di Kota Batu. Kemungkinan mereka memilih menginap di daerah lain,” katanya.
Sementara itu, tingkat hunian di Hotel Selecta sempat mengalami lonjakan hingga 90 persen pada periode Jumat hingga Sabtu. Namun, okupansi pada Kamis hingga Jumat tercatat hanya berada di kisaran 60 persen.ton
Editor : Redaksi