Ini Alasan Pemerintah Wajibkan Calon Manajer Koperasi Desa Ikut Latihan Militer

realita.co

JAKARTA (Realita)- Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan serta Koperasi Nelayan Merah Putih tetap krusial untuk membangun kedisiplinan tinggi dan ketahanan kerja di bawah tekanan.

Langkah ini diambil sebagai respons atas sorotan publik setelah insiden tragis yang merenggut nyawa lima peserta pelatihan. Evaluasi mendalam pun dipastikan berjalan demi membenahi sistem pendidikan tersebut.

Baca juga: Dua Peserta SPPI Koperasi Merah Putih Meninggal, Koalisi Sipil Desak Hentikan Latsarmil untuk Warga Sipil

Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengklarifikasi bahwa program ini sama sekali bukan bertujuan mencetak prajurit tempur.

Fokus utamanya adalah menggembleng aspek mental, integritas, jiwa kepemimpinan, serta profesionalisme para calon pengelola. Kemhan mengutamakan penguatan daya juang dan akuntabilitas dalam mengambil keputusan kritis, bukan sekadar menguji ketahanan fisik peserta.

Baca juga: DPRD Jember Teken Tuntutan Massa, Sepakat Dorong Evaluasi MBG hingga KDMP

Ketangguhan karakter ini dinilai sangat vital lantaran para manajer kelak memegang tanggung jawab besar dalam mengelola perputaran dana masyarakat. Lewat kepemimpinan yang solid, koperasi-koperasi ini diproyeksikan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah pedesaan sekaligus memperkokoh fondasi ketahanan nasional dari tingkat akar rumput.

Menyikapi wafatnya lima peserta, Kemhan berkomitmen melakukan perombakan total pada instrumen latsarmil.

Baca juga: Terganjal Lahan, 55 Desa dan Kelurahan Di Ponorogo Belum Terbangun KDKMP

Evaluasi menyeluruh akan mencakup penyesuaian materi kurikulum serta metode pelatihan agar lebih adaptif dengan kondisi fisik dan profil masing-masing peserta, guna mengantisipasi agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan.beb

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru