Dari Ampas Kopi Menjadi Gaya: Cerita Scarf Berkelanjutan dari Hotel Majapahit Surabaya

Reporter : Redaksi
Kahar Salamun, Owner dkoe, Dini dan Essa Adeline, memperlihatkan scarf ramah lingkungan yang dihasilkan dari pemanfaatan ampas kopi di Hotel Mojopahit, Selasa (30/6/2026). Foto: Yudik

SURABAYA (Realita)- Bayangkan secangkir kopi hangat yang menemani pagi di Hotel Majapahit Surabaya. Setelah aromanya memudar dan cangkir kembali kosong, biasanya yang tersisa hanyalah ampas yang berakhir di tempat sampah. Namun di hotel bersejarah ini, kisah ampas kopi ternyata tidak berhenti di sana.

Di tangan para perajin lokal dari dkoe Outerwear, ampas kopi justru memulai kehidupan baru. Limbah yang selama ini dianggap tak bernilai disulap menjadi pewarna alami untuk kain, lalu lahir sebagai scarf bergaya elegan yang ramah lingkungan.

Baca juga: Hotel Majapahit Genjot Segmen Wellness Premium Lewat Program Sunset Yoga

Kolaborasi antara Hotel Majapahit Surabaya MGallery Collection dan UMKM asal Surabaya tersebut menjadi contoh bagaimana dunia hospitality dan industri kreatif dapat berjalan beriringan dalam menghadirkan produk yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki cerita.

General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung UMKM lokal sekaligus menjalankan prinsip keberlanjutan yang menjadi fokus jaringan Accor.

"Bagi kami, sustainability bukan sekadar program, tetapi bagian dari budaya kerja. Kami ingin limbah yang dihasilkan hotel memiliki kehidupan kedua yang lebih bermanfaat," ujarnya, Selasa (30/6/2026). 

Komitmen itu sudah terlihat dalam berbagai aktivitas operasional hotel. Botol plastik sekali pakai telah digantikan dengan sistem isi ulang di kamar tamu. Pengelolaan limbah makanan dilakukan setiap hari melalui proses penimbangan dan evaluasi agar jumlah food waste terus berkurang. Sampah organik pun dipilah untuk diolah menjadi kompos.

Kini, langkah tersebut diperluas melalui pemanfaatan ampas kopi.

Setiap hari, ampas kopi dari area sarapan, banquet, hingga Lobby Lounge dikumpulkan. Menariknya, setiap lokasi menggunakan racikan kopi yang berbeda. Ada campuran Robusta dan Arabica asal Indonesia, hingga kopi Arabica premium yang berasal dari sembilan perkebunan di berbagai belahan dunia.

Perbedaan karakter kopi inilah yang menjadi bahan eksplorasi dkoe. Komposisi biji kopi ternyata menghasilkan karakter warna alami yang berbeda ketika digunakan sebagai pewarna tekstil.

Baca juga: Hotel Majapahit Surabaya Suguhkan “Romantic Chronicles” untuk Rayakan Valentine 2026

Owner dkoe, Dini, menyebut setiap jenis ampas kopi memiliki cerita tersendiri.

"Melalui kolaborasi ini kami belajar bahwa limbah bukan akhir dari sebuah produk. Dengan proses yang tepat, ampas kopi bisa menjadi material bernilai tinggi sekaligus menghasilkan warna alami yang unik pada kain," katanya.

Dari proses tersebut lahirlah scarf sebagai signature product kolaborasi perdana. Pilihan itu bukan tanpa alasan. Scarf dinilai sebagai aksesori yang inklusif dan mudah digunakan siapa saja. Bisa dikenakan di leher, dijadikan bandana, penghias tas, maupun pelengkap gaya berpakaian sehari-hari.

Marketing Communications Hotel Majapahit Surabaya, Essa Adeline, mengatakan scarf dipilih karena mampu memperlihatkan bahwa konsep sustainability dapat hadir dalam keseharian tanpa mengurangi nilai estetika.

Baca juga: Semangat Gotong Royong Bergema di Teatrikal Perobekan Bendera di Surabaya

"Kami ingin tamu membawa pulang bukan hanya suvenir, tetapi juga sebuah cerita tentang bagaimana limbah dapat berubah menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat," ujarnya.

Koleksi perdana ini resmi diluncurkan pada 30 Juni 2026 dan tersedia secara eksklusif di Gift Shop Hotel Majapahit Surabaya.

Lebih dari sekadar produk fesyen, scarf ini menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap limbah. Bahwa sesuatu yang selama ini dianggap tak berguna ternyata masih menyimpan potensi besar ketika dipadukan dengan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Di tengah tren fesyen berkelanjutan yang terus berkembang, kolaborasi Hotel Majapahit Surabaya dan dkoe membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus lahir dari material baru. Terkadang, inspirasi justru datang dari sesuatu yang selama ini kita buang begitu saja—seperti ampas kopi yang kini berubah menjadi aksesori penuh gaya dengan jejak lingkungan yang lebih baik.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru