JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat menyikapi insiden dugaan keracunan makanan yang diduga berkaitan dengan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bangsalsari, Rabu (15/7/2026). Penanganan medis terhadap para korban langsung menjadi prioritas, sementara penyebab kejadian masih didalami melalui investigasi dan uji laboratorium.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan laporan mengenai dugaan keracunan diterima dari pihak Kecamatan Bangsalsari selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG pada Rabu malam. Laporan tersebut kemudian segera diteruskan kepada Bupati Jember agar langkah penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Baca juga: 252 Siswa di Pulogebang Jakarta Timur, Diduga Keracunan Menu MBG Pangsit Isi Tahu
Menurut Fauzi, Bupati Jember memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut. Kepala daerah langsung menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG untuk bergerak cepat memastikan keselamatan warga, khususnya para korban yang mengalami keluhan usai mengonsumsi makanan.
"Bupati Jember telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memprioritaskan keselamatan warga. Kami memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis kedaruratan yang terbaik di fasilitas kesehatan, dan semua biaya perawatan ditanggung sepenuhnya alias gratis," ujar Achmad Imam Fauzi, Kamis (16/7/2026).
Baca juga: Makan Kepiting demi Konten, Influencer Meninggal Keracunan
Selain memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, Pemkab Jember juga mengambil langkah preventif guna menjaga keutuhan barang bukti. Camat Bangsalsari diminta turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan kondisi para korban sekaligus mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti insiden.
Fauzi menegaskan, Satgas MBG tidak ingin berspekulasi mengenai sumber keracunan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Karena itu, seluruh proses investigasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pihak-pihak terkait agar diperoleh kesimpulan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Tukang Ojek Tewas Diracun Pasutri Tunawisma, Motor Korban Hilang
Sebagai tindak lanjut, tim Satgas MBG Jember dijadwalkan turun langsung ke lokasi kejadian pada Kamis pagi. Investigasi lapangan dilakukan untuk mengumpulkan data, menelusuri proses distribusi makanan, serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kelalaian dalam rantai penyediaan maupun penyajian makanan kepada penerima manfaat.
"Hari ini tim Satgas turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan mendalam. Kami ingin memastikan dan mengidentifikasi secara detail apa yang menjadi penyebab utama dari insiden ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali," kata Fauzi.
Editor : Redaksi