Tukang Ojek Tewas Diracun Pasutri Tunawisma, Motor Korban Hilang

BATANG (Realita)- Misteri penemuan jasad seorang pria lanjut usia di sebuah warung kosong di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, akhirnya terungkap.

Kepolisian Resor (Polres) Batang mengonfirmasi bahwa korban tewas akibat diracun oleh sepasang suami istri (pasutri) tunawisma yang ingin menguasai harta benda korban.

Korban diidentifikasi bernama Legiman (67), seorang tukang ojek warga Dukuh Plelen Bong, Desa Plelen, Gringsing.

Jasadnya ditemukan dalam posisi telungkup pada Selasa pagi, 16 Desember 2025, di sebuah warung kosong Dukuh Sendangwungu, Desa Kutosari.

Saat ditemukan, Legiman masih mengenakan celana loreng yang menjadi ciri khas identifikasi awal oleh warga dan petugas.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah untuk bekerja pada Senin siang, 15 Desember 2025, namun tidak kunjung pulang hingga malam hari.

Tim Inafis Satreskrim Polres Batang dan Unit Reskrim Polsek Gringsing yang melakukan olah TKP awalnya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang kasatmata.

Hal ini diperkuat oleh pemeriksaan medis awal di RSUD Limpung.

"Pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya luka penganiayaan. Berdasarkan kondisi kaku mayat, korban diperkirakan meninggal empat sampai enam jam sebelum ditemukan," ujar Dokter RSUD Limpung, Alfian Yudwi Laksono.

Meski pihak keluarga sempat menolak autopsi dan hendak memakamkan jenazah, kepolisian tetap menaruh kecurigaan karena hilangnya sepeda motor milik korban.

Penyelidikan intensif yang dilakukan polisi membuahkan hasil. Kecurigaan penyidik menguat setelah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Dari rekaman tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi keterlibatan sepasang suami istri tunawisma yang diduga kuat meracuni korban sebelum membawa kabur sepeda motornya.

Saat ini, kepolisian terus melakukan pendalaman kasus untuk mengungkap jenis racun yang digunakan dan memproses hukum kedua pelaku yang tega menghabisi nyawa lansia tersebut demi sebuah kendaraan bermotor.abt

Editor : Redaksi

Berita Terbaru