Direktur Statistika Indonesia Kritik Kinerja Perumdam Tirta Taman Sari, Pendapatan Tak Pernah Capai Target 

MADIUN (Realita) – Direktur Statistika Indonesia, Nu'man Iskandar, menyoroti kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Taman Sari Kota Madiun.

Sorotan itu muncul setelah pendapatan perusahaan daerah tersebut dilaporkan tidak pernah mampu mencapai target selama lima tahun berturut-turut, yakni pada periode 2021 hingga 2025.

Menurut Nu'man, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan, termasuk proses rekrutmen jajaran direksi yang dilakukan pada masa Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi.

"Mungkin saat proses pemilihan direksi Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun pada masa Wali Kota nonaktif Maidi, calon dari luar dianggap tidak mampu. Akhirnya justru dipilih orang yang dekat tanpa mengedepankan kecakapan dalam mengelola perusahaan," ujar Nu'man, Rabu (15/7/2026).

Ia juga menanggapi pernyataan Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari, Suyoto, yang memasuki masa purnatugas pada Selasa (14/7/2026). Saat itu, Suyoto menyebut tidak tercapainya target pendapatan disebabkan menurunnya rata-rata konsumsi pelanggan sehingga volume penjualan air ikut berkurang.

Bagi Nu'man, alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas kegagalan yang terus berulang.

"Itu alasan yang terkesan klasik. Yang menjadi pertanyaan, apakah dalam setiap monitoring dan evaluasi persoalan tersebut tidak pernah dibahas? Lalu apa fungsi dewan pengawas jika persoalan yang sama terus terjadi setiap tahun?" katanya.

Nu'man menilai Pemerintah Kota Madiun harus menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan evaluasi dalam menentukan kepemimpinan baru di Perumdam Tirta Taman Sari.

ia meminta Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) memastikan proses seleksi direksi dilakukan secara profesional dengan mengedepankan kompetensi manajerial dan kemampuan menyusun proyeksi bisnis yang realistis.

"Calon direksi harus benar-benar memahami pengelolaan perusahaan daerah serta mampu menyusun target pendapatan yang rasional, bukan berdasarkan asumsi yang terlalu optimistis maupun over confidence," tegasnya.

Menurutnya, direksi yang akan datang juga dituntut menghadirkan langkah-langkah inovatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini belum mampu diatasi.

"Hal ini perlu menjadi perhatian serius Plt Wali Kota selaku KPM agar direksi yang baru dapat menciptakan terobosan-terobosan dalam menyelesaikan kendala yang sebenarnya sudah menjadi persoalan lama dan hingga kini belum ditemukan solusi yang efektif," pungkas Nu'man. Yw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru