Melalui Bahana Bersahaja, Bupati Madiun Pastikan Infrastruktur Desa Dempelan Hampir Tuntas dan Pasar Desa Jadi Prioritas

realita.co
Program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, pada 21-22 Juli 2026.

MADIUN (Realita) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali menggelar program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, pada 21-22 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi sarana mendekatkan pelayanan publik sekaligus menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat, termasuk salah satunya peluncuran mobil rontgen keliling untuk mempercepat deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC).

Baca juga: Dishub Kabupaten Madiun, Serahkan Lima Stick cone Lalu Lintas untuk Desa Dempelan di Bahana Bersahaja 2026

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, peluncuran mobil rontgen keliling dari Desa Dempelan memiliki makna tersendiri. Selain menjadi lokasi pelaksanaan Bahana Bersahaja, desa tersebut juga merupakan kampung halamannya.

Menurutnya, keberadaan mobil rontgen keliling diharapkan mampu mempercepat upaya penanganan TBC di Kabupaten Madiun. Bahkan, Pemkab Madiun memasang target eliminasi TBC dapat tercapai pada 2028, lebih cepat dua tahun dibanding target nasional pada 2030.

"Alhamdulillah, hari ini kami meresmikan mobil rontgen keliling untuk pemeriksaan paru. Kami berharap langkah ini menjadi awal percepatan penanganan TBC. Target nasional memang 2030, tetapi kami ingin Kabupaten Madiun bisa menyelesaikannya pada 2028," ujar Hari Wuryanto, Rabu (22/7/2026). 

Selain sektor kesehatan, Bupati juga menyoroti perkembangan pembangunan di Desa Dempelan. Menurutnya, sebagian besar infrastruktur desa telah selesai dibangun. Hanya beberapa pekerjaan yang masih perlu penyempurnaan, seperti pelebaran saluran irigasi dan drainase.

Ia menyebut fasilitas umum seperti kantor desa, gedung pertemuan, lapangan, hingga sekolah telah tersedia dengan kondisi yang baik.

 

Baca juga: Bupati Madiun Raih Penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur 2026 dari Menteri Koperasi

"Alhamdulillah, pembangunan di Desa Dempelan hampir selesai. Tinggal beberapa saluran irigasi dan drainase yang perlu diperlebar. Kantor desa, gedung pertemuan, lapangan, hingga sekolah sudah ada dan kondisinya baik. Saya sendiri dulu bersekolah di sini," tuturnya.

 

Menanggapi aspirasi masyarakat terkait pasar desa, Hari Wuryanto menegaskan pengembangan pasar menjadi salah satu prioritas pemerintah desa. Menurutnya, pasar memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan ekonomi sekaligus menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PAD).

 

Baca juga: Peringatan Hari Koperasi ke-79, Pemkab Madiun Dorong Transformasi Koperasi Berbasis Teknologi

"Pasar desa harus terus dikembangkan karena menjadi pusat perekonomian masyarakat dan salah satu sumber pendapatan desa. Potensi yang ada harus terus kita optimalkan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mendorong pelaku UMKM Desa Dempelan untuk terus meningkatkan kualitas produknya agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

"Harapan kami, UMKM benar-benar naik kelas, produknya bisa masuk ke mal maupun supermarket sehingga memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," tandasnya. Yw/Adv

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru