Gali Potensi Desa Wonokerso, Mahasiswa KKN FPIK UB Gencarkan Rebranding dan Perluasan Cabang UMKM 'Frozen Fish'

realita.co
Mahasiswa KKN FPIK UB juga membawa misi untuk mengedukasi masyarakat.

KABUPATEN MALANG - Minimnya akses pasar perikanan di Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, mendorong sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) untuk turun tangan melakukan pendampingan UMKM. 

Mereka menggagas program rebranding dan perluasan jangkauan pasar produk frozen fish (ikan beku) milik seorang pelaku usaha bernama Mas Cahya.

Baca juga: Lewat SEMAR, FPIK UB Ajak Siswa SDN Pandanajeng Belajar Memilah Sampah Sejak Dini

Lapak yang berlokasi di Jl. Sutojayan, Pakisaji, ini menyasar warga lokal dan merupakan cabang baru yang diperluas dari toko induknya yang berpusat di Pasar Gadang, Kota Malang. 

Program pendampingan ini dirancang khusus untuk memperkenalkan Frozen Fish sebagai solusi belanja ikan modern yang lebih higienis. Selain fokus membangun brand awareness (kesadaran merek) di awal masa operasional cabang, mahasiswa KKN FPIK UB juga membawa misi untuk mengedukasi masyarakat setempat mengenai kepraktisan dan tingginya keunggulan gizi ikan beku yang tak kalah dari ikan segar. 

Lapak yang berlokasi di Jl. Sutojayan, Pakisaji, ini menyasar warga lokal dan merupakan cabang baru yang diperluas dari toko induknya yang berpusat di Pasar Gadang, Kota Malang. 

Untuk merealisasikan tujuan strategis tersebut, rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak Senin (27/7/2026) melalui tahap survei kebutuhan dan perizinan. Setelah mendapat persetujuan penuh dari Mas Cahya, tim mahasiswa segera merancang identitas visual yang lebih segar dan representatif. Pembuatan identitas visual ini meliputi desain logo usaha, banner board, serta stand banner untuk memperkuat daya tarik di lokasi penjualan. 

Strategi pemasaran kemudian dieksekusi secara terintegrasi melalui dua jalur, yakni fisik dan digital. Guna menangkap besarnya peluang pasar di era modern, tim KKN FPIK UB membangun presensi digital dengan membuatkan akun media sosial resmi di platform Facebook dan TikTok dengan nama pengguna @yayaikansegar. Di saat yang sama, brosur fisik juga dicetak guna menjangkau kalangan masyarakat yang belum terbiasa menggunakan telepon pintar. 

Baca juga: Lele dan Tongkol Disulap Jadi Nugget, Warga Desa Banjarejo Ketagihan

Tidak hanya menyusun strategi di atas kertas, para mahasiswa juga turut terjun langsung mendampingi proses transaksi penjualan di lapak pada Sabtu (1/8/2026). Momen operasional tersebut sekaligus dimanfaatkan oleh tim untuk memproduksi konten foto dan video promosi kreatif yang diunggah ke media sosial. 

Upaya pemasaran digital yang digencarkan tim KKN rupanya langsung membuahkan hasil yang manis. Menurut penuturan Mas Cahya selaku pemilik usaha, tingkat penjualan produk di lapak cabangnya mengalami peningkatan hingga 30 persen pada hari kedua pasca penerapan strategi pemasaran secara online tersebut. 

Tim KKN membagikan brosur promosi secara langsung dari tangan ke tangan kepada warga di sekitar desa.

Baca juga: Akademisi Lintas PT Diseminasikan Konsep Green Halal Energy di Masjid Kampus ITB Jatinangor

Sebagai pamungkas, program akselerasi bisnis ini dipuncaki dengan aksi turun ke jalan pada Selasa (4/8/2026).

Tim KKN membagikan brosur promosi secara langsung dari tangan ke tangan kepada warga di sekitar desa. Melalui kolaborasi ini, kehadiran cabang baru Frozen Fish di Jl. Sutojayan milik Mas Cahya diharapkan mampu tumbuh menjadi pusat utama pemenuhan kebutuhan protein hewani yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonokerso dan sekitarnya. 

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru