PANDANAJENG, AGUSTUS 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat-Bahari (PKM-B) Kelompok 18 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) melaksanakan program SEMAR (Sekolah Masyarakat Sadar Lingkungan) di SDN 1 dan SDN 2 Pandanajeng pada 6 dan 9 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar.
Program SEMAR berfokus pada pengenalan jenis sampah serta pemahaman mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik.
Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa agar konsep pengelolaan sampah tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam aktivitas mereka di sekolah maupun di rumah.
Dalam pelaksanaannya, siswa diperkenalkan dengan karakteristik berbagai jenis sampah, contoh sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar, serta pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Edukasi tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan sederhana, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga mampu menentukan jenis sampah sebelum membuangnya pada tempat yang sesuai.
Agar proses pembelajaran lebih menarik, Tim PKM-B Kelompok 18 mengemas materi melalui metode pembelajaran interaktif. Setelah memperoleh penjelasan mengenai sampah organik dan anorganik, siswa diajak mengikuti permainan pemilahan sampah. Melalui permainan tersebut, siswa dapat mengidentifikasi berbagai contoh sampah sekaligus menentukan kategorinya secara langsung.
Pendekatan belajar sambil bermain membuat siswa terlibat aktif selama kegiatan berlangsung. Interaksi antara mahasiswa dan siswa juga membuka ruang bagi anak-anak untuk bertanya, menjawab, berdiskusi, serta mempraktikkan pengetahuan yang baru mereka peroleh. Dengan demikian, edukasi lingkungan tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi memberikan pengalaman belajar yang lebih partisipatif dan menyenangkan.
Ketua kegiatan pengabdian, Zulkisam Pramudia, menekankan bahwa program SEMAR diarahkan untuk membangun pemahaman lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengenalan pengelolaan sampah sejak usia sekolah dasar menjadi penting karena kebiasaan yang dibangun sejak dini dapat menjadi dasar terbentuknya perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Pelaksanaan program juga mendapat dukungan dari pihak sekolah. Indah Wahyu Kusuma Dewi selaku Kepala SDN 1 Pandanajeng, turut mendukung pelaksanaan edukasi lingkungan yang melibatkan siswa secara langsung.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu memperluas pengalaman belajar siswa sekaligus memperkuat pendidikan karakter yang berkaitan dengan kebersihan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui SEMAR, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai klasifikasi sampah, tetapi juga diajak memahami bahwa persoalan lingkungan dapat mulai ditangani melalui tindakan sederhana. Kemampuan mengenali dan memilah sampah menjadi langkah awal dalam memperkenalkan konsep pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab kepada generasi muda.
Tim PKM-B Kelompok 18 FPIK UB berharap siswa SDN 1 dan SDN 2 Pandanajeng dapat membawa kebiasaan baik tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi perilaku sehari-hari yang mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Program SEMAR sekaligus menunjukkan peran mahasiswa dan perguruan tinggi dalam menghadirkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan persoalan lingkungan.
Melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan sesuai dengan usia peserta, kegiatan pengabdian menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 13 (Climate Action) melalui penguatan literasi lingkungan dan pembiasaan memilah sampah sejak dini.
Program SEMAR juga sejalan dengan semangat Green Campus Universitas Brawijaya dengan memperluas budaya kepedulian dan praktik keberlanjutan dari lingkungan akademik menuju sekolah dan masyarakat.
Editor : Redaksi