PMI Surabaya Buka Layanan RFL dan PFA untuk Keluarga Penyintas KM Virgo Transport 8

realita.co
personil tugas Pos Layanan RFL dan PFA oleh teman-teman relawan PMI, Selasa (15/09/2026).

SURABAYA Realita) - Memasuki hari kedua keterlibatan dalam layanan gabungan penanganan kecelakaan laut KM Virgo Transport 8, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya kembali memberikan dukungan kemanusiaan bagi penyintas dan keluarga yang terdampak.

Layanan PMI hari ini dilaksanakan dengan bergabung bersama Pos Layanan BPBD Kota Surabaya di Pelabuhan Tanjung Perak. Posko layanan masih diisi oleh unsur yang sama seperti pada hari sebelumnya, dengan melibatkan sejumlah instansi dalam koordinasi dan pelayanan bagi keluarga atau kerabat penyintas.

Unsur yang terlibat dalam layanan gabungan hari ini terdiri atas BASARNAS, DVI Biddokkes Polda Jawa Timur, KP3 Tanjung Perak, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kota Surabaya, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, dan PMI Kota Surabaya.

Pada hari kedua ini, PMI Kota Surabaya masih berfokus pada dua layanan utama, yaitu Restoring Family Links (RFL) dan Psychological First Aid (PFA). 

Layanan RFL diberikan sebagai jembatan komunikasi antara penyintas dengan keluarga, maupun sebaliknya. Layanan ini dapat diakses oleh keluarga penyintas yang datang langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak maupun masyarakat yang menghubungi petugas PMI melalui pesan WhatsApp untuk mendapatkan dukungan dalam proses komunikasi dan pencarian informasi mengenai anggota keluarga mereka.

Sementara itu, PFA diberikan pada keluarga penyintas yang datang ke lokasi pelabuhan, khususnya mereka yang masih menunggu informasi mengenai kondisi keluarga atau kerabatnya. Dukungan psikologis awal ini diberikan untuk membantu keluarga menghadapi situasi krisis, memberikan ruang aman untuk menyampaikan perasaan, serta mengidentifikasi kebutuhan dukungan lebih lanjut.

Untuk memastikan layanan dapat berlangsung secara berkelanjutan, PMI Kota Surabaya melibatkan rekan-rekan relawan dengan sistem shift mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Pergantuan shift dilakukan pada pukul 14.00, sehingga layanan tetap tersedia sekaligus menjaga kesiapan relawan selama bertugas.

Di tengah pelaksanaan pelayanan, para relawan tidak hanya berhadapan dengan proses pendataan dan komunikasi, tetapi juga dengan berbagai cerita dan perasaan yang dibawa oleh keluarga penyintas.

Valysha Shafa Assyifaa, salah satu relawan PMI Kota Surabaya yang bertugas pada sore hari ini, mengungkapkan bahwa cerita yang disampaikan oleh keluarga penyintas turut menyentuh sisi emosionalnya, "Mendengar cerita dari keluarga penyintas buat aku terenyuh dan hampir mengeluarkan air mata," ujar Valysha.

Meski demikian, para relawan tetap berupaya menjaga ketenangan dan profesionalitas selama memberikan layanan. Berbekal semangat kemanusiaan dan keteguhan hati untuk menolong, mereka berusaha menjadi pendengar dan memberikan dukungan bagi keluarga yang sedang berada dalam situasi penuh ketidakpastian.

Dukungan psikologis bagi keluarga penyintas juga tak hanya diberikan oleh PMI. Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur turut membuka layanan psikologis bagi keluarga penyintas yang datang ke Pelabuhan Tanjung Perak. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kebutuhan psikologis dan sosial keluarga dapat memperoleh perhatian selama proses penanganan berlangsung.

Bagi PMI, kehadiran di tengah situasi ini bukan hanya tentang memberikan layanan, tapi juga tentang memastikan keluarga tetap memiliki akses terhadap informasi, komunikasi, dan dukungan selama menunggu kabar dari orang-orang yang mereka cintai.

Hingga hari kedua pelaksanaan layanan, PMI Kota Surabaya bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi dan membuka akses layanan RFL dan PFA bagi keluarga penyintas yang membutuhkan.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru