Mahasiswi UIN KHAS Jember Diduga Diperkosa Saat Tidur Sendirian di Ambulu, Polisi Periksa Korban

Reporter : Rusdi
Ipda Alfan Febrianto saat diwawancarai wartawan, Senin (26/10/2026). Foto: Rusdi

JEMBER (Realita) – Dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember saat menjalani Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, kini dalam penanganan kepolisian. Korban diduga mengalami peristiwa tersebut saat tidur sendirian di sebuah rumah pada Rabu dini hari, (21/10/2026).

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember, Ipda Alfan Febrianto, membenarkan bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik saat ini masih meminta keterangan dari korban untuk mendalami dugaan tindak pidana tersebut.

Baca juga: Dugaan Pemerkosaan Karyawati THM Maxy Gold, 2 Terduga Pelaku Menghilang dan Tempat Hiburan Ditutup

“Mohon izin, terkait dugaan pemerkosaan, tahapannya masih dalam proses penyelidikan dan saat ini korban masih dilakukan permintaan keterangan oleh penyidik,” ujar Alfan, (26/10/2026).

Sementara itu, Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) UIN KHAS Jember, Zainal Abidin, mengatakan, pihak kampus telah menerima laporan mengenai dugaan kekerasan seksual yang dialami mahasiswinya. Kampus, kata dia, memberikan dukungan penuh agar kasus tersebut dapat diungkap secara terang.

Berdasarkan keterangan awal korban yang diterima LKBHI, peristiwa itu diduga terjadi sekitar pukul 01.00 hingga 01.30 WIB. Saat kejadian, korban disebut sedang tidur seorang diri di sebuah rumah yang ditempatinya selama menjalani praktik lapangan.

Rumah tersebut disediakan secara cuma-cuma oleh warga setempat karena korban berasal dari luar Jember dan membutuhkan tempat tinggal yang berdekatan dengan lokasi praktik.

“Korban pada saat itu sudah tertidur sejak jam 12 malam. Kemudian jam 1 atau 1.30 itu kejadiannya terjadi,” kata Zainal.

Baca juga: Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maxy Gold Madiun, Staf Perempuan Lapor Setelah Diperkosa Rekan Kerja

Menurut Zainal, berdasarkan informasi awal yang disampaikan korban, terduga pelaku berjumlah satu orang. Namun, identitas dan status terduga pelaku belum diketahui secara pasti.

Korban juga disebut tidak mengetahui bagaimana terduga pelaku bisa masuk ke dalam rumah. Setelah kejadian, korban memeriksa kondisi rumah dan tidak menemukan kerusakan ataupun tanda-tanda kunci yang dibobol.

Meski demikian, dugaan mengenai cara pelaku masuk ke rumah tersebut masih perlu didalami melalui penyelidikan kepolisian. Belum ada keterangan resmi mengenai identitas terduga pelaku maupun motif di balik peristiwa tersebut.

Zainal menegaskan, pihak kampus terus berkoordinasi dengan kepolisian agar perkara itu segera terungkap.

Baca juga: Masuk Rumah Seorang Wanita sambil Telanjang, Pria Ini Dikeroyok Warga

“Kami berupaya berkoordinasi dengan rekan-rekan Polres agar kasus ini bisa diungkap seterang-terangnya. Harapan kami, pelakunya segera ditemukan,” ujarnya.

Di sisi lain, korban disebut mengalami tekanan psikis setelah kejadian tersebut. UIN KHAS Jember telah memberikan pendampingan psikologis melalui tenaga profesional serta memfasilitasi rumah aman bagi korban untuk mendukung pemulihan dan menjaga keselamatannya.

Korban diketahui merupakan mahasiswa semester tujuh yang sedang menjalani PLP sebagai bagian dari kewajiban akademik. Mengenai kelanjutan kegiatan praktik lapangan, pihak LKBHI masih menunggu kebijakan pimpinan kampus dengan mempertimbangkan kondisi korban.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru