JAKARTA- Petinggi Danantara akhirnya blak-blakan membongkar borok di tubuh BUMN.
Dari ribuan perusahaan pelat merah beserta anak-cucunya yang dibanggakan, lebih dari setengahnya ternyata cuma jadi beban parasit yang menguras kantong negara puluhan triliun setiap tahunnya
CEO Danantara, Dony Oskaria, baru sajmengungkap fakta mengerikan.
Baca juga: Ralat Pernyaatan Zulhas, Bos Danantara Bantah Manajer Kopdes Akan Berstatus Pegawai BUMN
Dari total 1.074 BUMN di bawah pengelolaan mereka, 52% boncos.
Total kerugiannya tembus Rp23 triliun (sekitar USD 1,5 miliar) per tahun di luar perhitungan biaya operasi.
Baca juga: Bonus dan Tantiem Komisaris BUMN Dihapus, Rosan: Banyak Manipulasi
Yang lebih miris, setoran dividen ke kas negara rupanya sangat timpang. Dari 97% dividen yang masuk ke kantong negara cuma ditopang oleh 8 perusahaan BUMN raksasa saja seperti: Mandiri, BRI, MIND ID, Pertamina, Telkom, BNI, PLN & Pupuk Indonesia.
Sedangkan 1.066 BUMN lainnya cuma menggerogoti anggaran utk operasi hingga Rp31 triliun (sekitar USD 2 miliar) setiap tahun. Jadi total kerugian negara baik untuk operasional maupun kerugian mencapai Rp54 triliun.
Baca juga: Perusahaan Energi Arab Saudi Investasi Rp 162 Triliun ke Danantara
Saking jengkelnya, Dony Oskaria sampai bilang: mending mengelola 8 perusahaan itu saja dan membubarkan 1.066 perusahaan lainnya yang merugi. Setidaknya dgn cara ini negara bisa langsung hemat USD 3,5 miliar (sekitar Rp54 triliun) per tahun.
Editor : Redaksi