JAKARTA (Realita)- CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan alasan di balik keputusan menghapus bonus dan tantiem untuk komisaris BUMN, yaitu karena banyak laporan keuangan yang sebelumnya dipoles agar tampak bagus.
Ia menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap praktik manipulasi laporan keuangan dan menolak segala bentuk korupsi di lingkungan BUMN.
Rosan menyebut, di banyak negara lain, komisaris hanya menerima gaji pokok karena tugasnya terbatas pada fungsi pengawasan, bukan pencapaian laba.
Namun, di Indonesia, ada komisaris yang justru mendorong agar laba perusahaan terlihat tinggi dengan cara mempercantik laporan, bahkan hingga melakukan fraud.
Karena itu, ia berencana melakukan koreksi besar-besaran terhadap laporan keuangan BUMN mulai tahun depan, termasuk pada perusahaan besar.
Ia juga menyoroti praktik perusahaan yang tampak mencatat laba tinggi tetapi tidak mampu membayar dividen. Di bawah kepemimpinannya, Rosan menegaskan tidak akan ada lagi manipulasi kinerja keuangan.
Ia optimistis, dengan tata kelola yang lebih bersih dan transparan, dividen BUMN pada 2025 bisa meningkat hingga Rp140 triliun, naik signifikan dari Rp85,5 triliun pada tahun sebelumnya.gu
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-43565-bonus-dan-tantiem-komisaris-bumn-dihapus-rosan-banyak-manipulasi