MADIUN (Realita) – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Disnakerkukm) Kota Madiun melakukan investigasi atas kematian dua karyawan PG Rejo Agung Baru Madiun.
Investigasi di lapangan ini untuk mengetahui fakta sebenarnya. Apakah kedua korban meninggal akibat kecelakaan kerja, atau ada hal lainnya. Hal itu dikatakan Kepala Disnakerkukm Kota Madiun, Agus Mursidi saat turun ke lokasi kejadian, Jumat (1/7/2022).
“Kalau informasi awalnya kemarin karena kecelakaan kerja, ya kita koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Meski sudah memintai keterangan beberapa karyawan PG dan melihat secara langsung lokasi kejadian, Agus belum dapat menyimpulkan. Pihaknya, perlu menunggu hasil visum terhadap kedua jenazah korban dan hasil olah TKP dari aparat Kepolisian.
“Kalau keterangan awal dari Rejo Agung, karyawannya ini melakukan percobaan pencurian. Tetapi diluar area Rejo Agung,” ujarnya.
Untuk tahap awal, dirinya mendorong PG untuk memberikan santunan kepada pihak keluarga korban. Lantaran, keduanya tercatat sebagai karyawan perusahaan.
“Terkait santunan kepada keluarga, ya kita tetap koordinasikan dengan perusahaan. Karena bagaimana pun, kan mereka itu karyawannya PG Rejo Agung,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya, Sunarno dan Sunaryo karyawan PG Rejo Agung Baru tewas diduga tersengat aliran listrik saat melakukan pengalian gorong-gorong area limbah pabrik tebu, Kamis (30/6/2022). Saat melakukan evakuasi, petugas harus menjebol pagar lantaran sulitnya akses. paw
Editor : Redaksi