Kamis, 02 Feb 2023 WIB

Ahmad Basarah: Kepala Desa adalah Garda Terdepan Penjaga Pemerintahan Indonesia

Kamis, 17 Nov 2022 17:33 WIB
Ahmad Basarah: Kepala Desa adalah Garda Terdepan Penjaga Pemerintahan Indonesia

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Muhammad/realita.co)

MALANG (Realita)- Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menegaskan bahwa, kepala desa merupakan garda terdepan penjaga Pemerintahan Republik Indonesia. Hal itu diungkapkan seusai acara Literasi Media yang digelar PWI Malang Raya bekerjasama dengan MPR RI untuk Sosialisasi Empat Pilar kepada Kepala Desa dan Lurah se- Kabupaten Malang, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jl. K. H Agus Salim No. 7 Kota Malang, Kamis (17/11/2022). 

"Kepala desa merupakan frontliner, garda terdepan pemerintahan nasional, yang memerintah di tingkat desa dan kelurahan. Merekalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat kita di bawah," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Basarah juga mengungkapkan, desa itu adalah sari patinya atau taman sari kebudayaan bangsa indonesia. Sehingga di tangan kepala desa ini adalah struktur sosial masyarakat Indonesia ini terbentuk. 

Menurut dia, kalau masyarakat desa tidak dibentengi dari berita-berita bohong yang dapat memecah belah atau bahkan dapat merusak keyakinan-keyakinan masyarakat, baik dari agama, ideologi maupun adat-istiadat, maka tidak mungkin bahwa serbuan itu untuk menghancurkan Indonesia juga masuk melalui desa-desa. 

"Karena mereka adalah garda terdepan menjaga Pemerintahan Indonesia," tegas Ahmad Basarah. 

Untuk diketahui, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya bekerjasama dengan MPR RI menggelar acara Literasi Media untuk Sosialisasi Empat Pilar kepada kepala desa dan lurah se-Kabupaten Malang. 

Atas terselenggaranya acara ini, Ahmad Basarah mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah PWI Malang. Karena, menurutnya, PWI Malang Raya telah melakukan fungsinya sebagai jurnalistik dalam prespektif, membentuk satu komunitas masyarakat yang dapat menghindari terjadinya penyebaran berita bohong di tengah-tengah masyarakat melalui kemajuan teknologi informasi dan media sosial. 

"Saya kira kreatifitas ini harus menjadi bagian cara kerja organisasi PWI di tengah perubahan zaman yang begitu sangat spektakuler. Di mana saat ini setiap orang dapat menjadi jurnalis bagi dirinya sendiri. Setiap individu bisa membuat berita, membacakan berita, dan menyebarkan kepada orang lain," ungkapnya. 

"Ketika yang disebarkan itu adalah berita bohong, maka harus ada tanggung jawab kita bersama, untuk bisa menyelamatkan masyarakat dari penyebaran berita bohong itu," imbuh politisi PDIP itu. 

Menurut Ahmad Basarah, salah satu fungsi yang relevan untuk melaksanakan program ini adalah organisasi Persatuan Wartawan Indonesia ini. 

"Sekali lagi saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada Mas Cahyono dan kawan-kawan dengan literasi media dengan kepala desa yang ada di Kabupaten Malang ini. Dan saya kira ini adalah suatu kreativitas, suatu inovasi yang patut ditiru kepada teman-teman PWI di daerah-daerah lainnya," tandasnya.mad