Senin, 27 Sep 2021 WIB

Neraca Perdagangan Jawa Timur Defisit

Selasa, 15 Jun 2021 18:35 WIB
Neraca Perdagangan Jawa Timur Defisit

 

SURABAYA (Realita) - Nilai ekspor Jawa Timur pada Mei 2021 mencapai USD 1,69 miliar atau turun sebesar 13,14 persen dibandingkan April 2021. Namun bila dibandingkan Mei 2020 justru meningkat sebesar 51,26 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan, menyampaikan itu melalui zoom meeting dari kantornya di Surabaya, Selasa (15/6/2021).

Dipaparkan, ekspor nonmigas Mei 2021 mencapai USD 1,56 miliar atau turun sebesar 11,43 persen dibandingkan April 2021. Nilai tersebut dibandingkan Mei 2020 naik sebesar 42,29 persen.

Ekspor migas Mei 2021 mencapai USD 125,83 juta atau turun sebesar 29,97 persen dibandingkan April 2021. Nilai tersebut naik sebesar 593,78 persen jika dibandingkan Mei 2020.

Golongan barang utama ekspor nonmigas, Tembaga (HS 74) dengan nilai USD 180,44 juta, disusul Perhiasan/Permata (HS 71) dengan nilai USD 153,49 juta, serta Lemak dan Minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai USD 129,29 juta.

Secara kumulatif, selama Januari - Mei 2021, ekspor yang keluar Jawa Timur sebesar USD 8,87 miliar atau naik 7,45 persen dibandingkan Januari - Mei 2020.

Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari - Mei 2021 adalah Amerika Serikat mencapai USD 1,27 miliar (15,82 persen), disusul Jepang sebesar USD 1,26 miliar (15,71 persen), dan Tiongkok USD 1,04 miliar (12,91 persen).

Ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN mencapai USD 1,49 miliar (18,51 persen), dan ke Uni Eropa sebesar USD 703,81 juta (8,74 persen).

Sedangkan nilai Impor Jawa Timur pada Mei 2021 mencapai USD 2,08 miliar atau turun sebesar 13,27 persen dibandingkan April 2021. Angka ini meningkat 64,34 persen dibandingkan Mei 2020.

Impor nonmigas Mei 2021 mencapai USD 1,51 miliar, turun 22,15 persen dibandingkan April 2021, meningkat 35,82 persen dibanding Mei 2020.

Impor migas Mei 2021 sebesar USD 568,90 juta atau meningkat sebesar 24,30 persen dibanding April 2021. Dibandingkan Mei 2020, nilai tersebut juga mengalami peningkatan sebesar 270,73 persen.

Golongan barang utama impor nonmigas, golongan barang Mesin-mesin/Pesawat mekanik (HS 84) sebesar USD 142,12 juta, berikutnya golongan barang Ampas/Sisa industri makanan senilai USD 128,79 juta, dan golongan barang Besi dan Baja (HS 72) sebesar USD 106,06 juta.

Secara kumulatif, selama Januari - Mei 2021, impor yang masuk ke Jawa Timur sebesar USD 10,45 miliar atau naik sebesar 22,99 persen dibandingkan Januari - Mei 2020 yang sebesar USD 8,50 miliar.

Negara asal barang impor nonmigas terbesar selama Januari - Mei 2021, dari Tiongkok USD 2,30 miliar (28,29 persen), dari Amerika Serikat USD 654,60 juta (8,04 persen), dan dari India USD 393,82 juta (4,84 persen).

Impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar USD 1,10 miliar (13,51 persen), sementara dari Uni Eropa mencapai USD 572,38 juta (7,03 persen).

Neraca perdagangan Jawa Timur selama Mei 2021 mengalami defisit sebesar USD 390,62 juta. Defisit ini karena selisih nilai perdagangan yang negatif pada sektor migas yang lebih besar dibandingkan pada sektor nonmigas yang justru memiliki selisih nilai perdagangan yang positif.

Selisih nilai perdagangan pada sektor migas adalah defisit sebesar USD 443,07 juta, sedangkan selisih nilai perdagangan pada sektor nonmigas mengalami surplus sebesar USD 52,45 juta. gan